HEAVENOUS

Mengalami Pintu Mujizat Yang Dibukakan Oleh Tuhan

Posted on: May 25, 2014

  • In: Pdt. Hosea Budhi
  • Comments Off on Mengalami Pintu Mujizat Yang Dibukakan Oleh Tuhan

Yohanes 1:16

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia”

Shalom!

Injil Yohanes ditulis untuk membuktikan bahwa hikmat Allah lebih dahsyat daripada hikmat manusia. Yohanes 1:1 berkata “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Jadi, ketika kita memiliki Firman, pastilah kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Namun, selalu saja ada halangan yang menghalangi kita untuk menerima kehidupan yang lebih baik (pintu mujizat yang tertutup). Namun perlu disadari bahwa sebuah pintu yang tertutup belum tentu terkunci. Jadi, bagaimana agar kita mengalami pintu-pintu mujizat yang terbuka? Manusia rohani kita perlu stimulus untuk terus menjadi kuat, yaitu dengan mengalami kepenuhan Allah dalam setiap ruangan hati kita. Hal itu akan kita dapatkan melalui sebuah proses kehidupan, jadi ketika kita menginginkan sebuah jalan pintas maka pasti kepenuhan Allah tersebut akan terhenti dalam diri kita. Lalu, gaya hidup seperti apa yang harus kita lakukan agar pintu-pintu mujizat terbuka bagi kita?

1)      Hidup dalam perjanjian Tuhan. Ikatan perjanjian Tuhan adalah dasar dari segala sesuatu yang Ia lakukan bagi kita. Manusia sulit untuk percaya karenanya Ia memberikan sebuah perjanjian kekal, hal ini berarti bahwa kita sangat berharga di mata-Nya meskipun kita sering diremehkan manusia. “Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?” (2 Samuel 23:5) Mungkin kita tak memiliki apa-apa untuk meraih mimpi kita yang besar, namun kita memiliki Tuhan yang sanggup menumbuhkan hal-hal kecil yang ada di tangan kita menjadi besar. Kita harus memiliki iman akan perjanjian Tuhan ini, karena tanpa iman…segala sesuatunya sia-sia. Perjanjian Tuhan menuntun kita kepada komitmen hidup yang sejati di hadapan Tuhan. Ketika nilai komitmen kita rendah, maka perjanjian tersebut akan lemah; namun ketika nilai komitmen kita tinggi, maka perjanjian tersebut pun akan kuat. Perjanjian Tuhan itu kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin.

2)      Memiliki kehidupan rohani yang maksimal melalui kepenuhan Roh Kudus dan Firman Tuhan. “Inilah perkataan Daud yang terakhir: “Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku” (2 Samuel 23:1-2) Orang bisa mengambil apapun yang ada pada kita tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengambil Roh Tuhan dalam diri kita. Ketika Roh Tuhan ada pada kita, pastilah pintu-pintu mujizat akan terbuka bagi kita. Ibrani 11:3 berkata “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” Firman adalah dasar dari terciptanya segala sesuatu, karenanya perkatakanlah Firman Tuhan untuk menciptakan apa yang tidak ada dalam hidup kita. Namun, ketika hidup kita tidak sama kualitasnya dengan Firman Tuhan, maka Firman apa pun yang kita perkatakan takkan tercipta. Jadi, kualitas kehidupan kita pun harus sesuai dengan Firman Tuhan yaitu dengan mendengar, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan.

3)      Memiliki orientasi hidup yang tepat. “Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.” (2 Samuel 23:3-4) Dari Lukas 18:35,36,40,41 yang berkata: “Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”” Kita melihat bahwa orientasi orang tersebut hanya kepada kebutuhan pribadinya (berkat) sedangkan dari Lukas 19:1,2,3,5 yang berkata “Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”” kita tahu bahwa Zakheus berorientasi kepada Yesus sehingga pintu mujizat terjadi dalam hidupnya.

Category

%d bloggers like this: