HEAVENOUS

Realitas Allah Yang Hidup

Posted on: May 14, 2014

Shalom!

Jika kita mau mengerti realitas dari Allah yang hidup maka kita harus mengerti dengan iman akan hal itu. Kematian Tuhan Yesus di salib sudah ditentukan oleh Allah dan darah-Nya adalah tanda kemenangan bagi kita, yaitu:

ü  Darah akibat luka di kepala menandakan bahwa kita dibebaskan dari kutuk hukum Taurat untuk menikmati kehidupan yang baru di era anugerah. Hukum taurat dilakukan dengan kemampuan manusia sedangkan kehidupan di era anugerah adalah kehidupan yang dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus sehingga kita hidup oleh iman bukan kedagingan.

ü  Darah akibat luka di tangan membebaskan kita dari kekurangan, kemiskinan dan segala ketidakcukupan.

ü  Darah akibat luka cambuk di punggung membebaskan kita dari segala macam sakit penyakit.

ü  Darah akibat luka di rusuk memberikan kita hidup yang kekal sebagai ciptaan baru dalam Kristus.

ü  Darah akibat luka di kaki memberikan kita kuasa/otoritas untuk memerintah atas iblis. Kejadian 3:15 berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kata ‘keturunan’ dalam terjemahan lain disebut sebagai ‘Seed’ (benih dari Roh Kudus), yang merujuk kepada kelahiran Tuhan Yesus karena Roh Kudus bukan karena benih manusia.

Jadi, kelima luka di tubuh Yesus itu mencakup penebusan dalam segala aspek kehidupan kita. Maka sekarang di era anugerah, kehidupan kita tidak sepatutnya berdasarkan kedagingan semata melainkan berdasarkan tuntunan Roh Kudus. Kita harus menghargai ikatan janji antara Tuhan dan kita berdasarkan darah Kristus tersebut sehingga kita mengerti makna hidup kita di era anugerah ini. Perjanjian darah menandakan bahwa kedua belah pihak saling terikat, saling memiliki dan saling bertanggung jawab untuk sepenuhnya melakukan isi perjanjian tersebut, jika tidak…pihak yang dirugikan berhak menuntut pihak yang merugikan. Perjanjian darah sangat serius, ketika kita mengerti akan hal itu pasti kita akan mengalami hidup yang berkemenangan.

1 Samuel 17:26 berkata “Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”” Melalui ayat tersebut, Daud menegaskan bahwa bangsa Israel memiliki ikatan perjanjian darah dengan Tuhan melalui sunat. Daud benar-benar mengerti perjanjian darah tersebut sehingga ia berani bertindak melawan Goliat. Jika kita mau hidup dalam ikatan perjanjian tersebut, kita harus menghidupinya dengan iman seperti Daud. Daud tidak melihat segala ketidakmampuan ataupun keterbatasan dirinya, melainkan ia maju melawan Goliat dengan iman atas nama Allah yang hidup. Satu-satunya cara agar kita bisa hidup berkemenangan dalam segala aspek kehidupan, yaitu hidup dalam ikatan perjanjian darah Kristus dengan iman, jika tidak…kita pasti akan mengalami kegagalan.

Ibrani 11:1,6 berkata “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Tanpa iman, segala sesuatu yang kita lakukan tidak akan menyenangkan Allah juga tak mungkin kita menggapai sebuah visi kehidupan karena iman kitalah yang menyentuh hati Tuhan. We must have hope and faith. Kita tak cukup hanya berharap akan terjadinya suatu mujizat, tetapi kita juga harus melakukan tindakan dengan iman untuk mewujudkan mujizat tersebut. Faith makes miracle. Ketika Tuhan Yesus disalib dan berkata ‘sudah selesai’, itu berarti bahwa Ia telah menyelesaikan segala sesuatunya bagi kita. Namun, kita harus menghidupi anugerah tersebut dengan iman (yang bertumbuh melalui hubungan pribadi dengan Tuhan) agar mengalami hidup yang berkelimpahan. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu bagaimana menyikapi hidup ini dan pasti mengalami hidup yang semakin naik bukan turun.

Category

%d bloggers like this: