HEAVENOUS

P A S K A H

Posted on: May 14, 2014

Keluaran 12:14

“Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.”

Shalom!

Kata ‘paskah’ berasal dari kata ‘pesah’ (Ibrani) atau ‘passover’ (Inggris) artinya melewati atau melalui. Inti dari Paskah, yaitu:

1)      Kasih karunia yang menyelamatkan. Kita diselamatkan bukan karena kebenaran kita sehingga kita layak diselamatkan, namun semata-mata karena kasih karunia Tuhan saja. “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.” (Ulangan 7:7-10) “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

2)      Pengorbanan. Tuhan Yesus tidak berdosa sedikitpun tetapi Ia menyerahkan dirinya dengan sukarela untuk disalib menggantikan kita yang notabene berdosa. Namun, tidak sampai disitu saja pengorbanan-Nya, Tuhan Yesus benar-benar bangkit di hari ke-3 yang mana menyatakan hanya Dialah satu-satunya Allah yang sanggup berkorban secara sempurna bagi umat-Nya, yaitu mati dan bangkit bagi kita sehingga kepercayaan kita kepada-Nya tidak sia-sia sebab Ia sanggup mengalahkan kuasa maut melalui bukti kebangkitan-Nya. “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” (1 Korintus 15:17-22) Maka kebangkitan Kristus sungguh bermakna bagi kita, yaitu:

  1. Memberikan kita kuasa untuk menjadi umat yang lebih dari pemenang. “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (1 Korintus 15:57) “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)
  2. Memberikan perubahan dalam hidup kita yang awalnya seorang pendosa menjadi seorang yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan Yesus sehingga hidup kita lebih berarti.
  3. Memberikan pengharapan dan kepastian iman bahwa kita telah diselamatkan dengan sempurna sesuai janji-Nya juga pengharapan akan kebangkitan tubuh kita kelak yang akan diubah menjadi tubuh kemuliaan.

Category

%d bloggers like this: