HEAVENOUS

Kebenaran Mengenai Hidup Dalam Kristus

Posted on: May 14, 2014

Galatia 3:1-7

“Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.”

Shalom!

Kebenaran begitu gamblang disingkapkan oleh Tuhan akhir-akhir ini karena Tuhan ingin kita mengetahui kebenaran dan memutuskan hidup dalam kebenaran. Kita harus hidup dalam standar kebenaran yang sesuai dengan standar Tuhan, bukan standar kebenaran diri sendiri. Jangan mau disesatkan dari pengajaran awal bahwa kemenangan dan keselamatan kita terjadi karena iman akan pengorbanan Kristus dan pencurahan darah-Nya, bukan karena tata cara aturan manusia yang manusia buat untuk memperoleh perkenanan dari Tuhan. Waspadalah terhadap sekte-sekte akhir zaman yang akan menyesatkan kita, kita harus hidup bijaksana: satu-satunya yang harus kita lakukan adalah melakukan Firman Tuhan secara total. Jika kita mau hidup sebagai orang benar yang seutuhnya, kita harus berani membebaskan diri dari semua ikatan agamawi (filosofi manusia) yang diupayakan oleh manusia untuk menjebak kita melainkan mengikatkan diri kita dengan perintah Tuhan. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak mudah disesatkan oleh pengajaran-pengajaran yang ‘sepertinya benar’ di akhir zaman ini?

Sesuai Kolose 2:7-23, Kristus harus jadi Kepala kita, kemudian kita harus berakar dan bertumbuh dalam Firman Tuhan agar kita tidak mudah disesatkan karena kita memiliki kebenaran yang sejati. Firman Tuhan akan membuat kita peka terhadap pengajaran sesat. Kejarlah Kristus dan ikutilah Dia saja, tinggalkan orang-orang yang berusaha menyesatkan kita demi keuntungan pribadi mereka semata. Jauhi orang-orang yang menyuruh kita melakukan hal-hal tertentu yang mereka anggap sebagai standar kebenaran tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Jangan biarkan orang-orang seperti itu mengintimidasi sehingga janji kemenangan Tuhan bagi kita digagalkan oleh mitos mereka. Seharusnya, merekalah yang terintimidasi oleh kita karena Roh yang ada di dalam diri kita lebih besar kuasanya dari segala roh-roh yang ada di bumi ini. Semua orang yang menjadikan Kristus sebagai Kepala akan semakin menjauhi kehidupan duniawi, pelanggaran dan dosa sebab mereka telah mengalami sunat hati, jadi mereka hidup berfokus kepada kebenaran Kristus. Perhatikanlah setiap perkataan Firman Tuhan dengan teliti agar kita tidak mudah disesatkan oleh pengajaran-pengajaran yang ‘sepertinya kebenaran’.

Filipi 1:29 berkata “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” Hal selanjutnya, yang harus kita lakukan agar tidak disesatkan oleh pengajaran yang semakin berkembang di akhir zaman ini adalah rela menderita bagi Kristus. 2 Timotius 2:3 berkata “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” Kita harus mengubah paradigma kita, bahwa penderitaan adalah kunci ter’upgrade’nya kualitas manusia rohani di dalam kita. 1 Petrus 2:21 berkata “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Keselamatan yang kita peroleh memang gratis tetapi keselamatan tersebut harus kita kerjakan dengan berfokus pada Kristus. Yesaya 48:10 berkata “Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.” Juga Ayub 23:10 berkata “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Jadi, paradigma yang harus kita miliki, yaitu penderitaan karena Kristus adalah anugerah, menjadikan kita prajurit yang baik, penderitaan adalah sebuah panggilan, mengasah kualitas kehidupan kita, mengubah kita menjadi seorang manusia yang semakin mahal semahal darah Kristus. Untuk hidup berkenan kepada Kristus maka kita harus berani menderita karena mengerjakan kebenaran.

2 Korintus 5:17 berkata “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Kehidupan masa lalu kita yang tidak mewakili Kristus harus kita tinggalkan dan memutuskan untuk hidup sesuai dengan kebenaran, itulah makna sebenarnya dari lahir baru. Kita harus bertobat dan menyesali semua dosa kita agar kita tidak mengulanginya lagi. Jika kita hidup sesuai kebenaran dan tidak main-main lagi dengan dosa, kita berhak menerima kemuliaan Tuhan yang sepenuhnya.

Category

%d bloggers like this: