HEAVENOUS

Change Your Life Style, Change Your Future

Posted on: May 14, 2014

Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.” (Keluaran 12:40-41) Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menyebut mereka sebagai ‘pasukan Tuhan’ karena Tuhan ingin mengubah mentalitas mereka menjadi seorang pemenang ketika masuk Tanah Perjanjian tanpa mempedulikan masa lalu mereka sebagai budak. Wahyu 1:6 berkata dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” Tuhan memberikan kita identitas sebagai imam dan raja, artinya kita harus memiliki gaya hidup (mentalitas) seperti seorang imam dan raja sehingga kita pun berhak menerima berkat dan urapan sebagai imam dan raja.

Mari kita belajar dari Daud sebagai contoh di Alkitab yang memiliki gaya hidup sebagai imam dan raja. Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”” (1 Samuel 16:18)

1)      RAJA. Seorang raja adalah seorang dengan gaya hidup sebagai prajurit, yaitu rela berkorban (bayar harga) dan memiliki penundukan diri terhadap otoritas di atasnya. Seorang prajurit melihat masalah sebagai ‘latihan peperangan’ tempat Tuhan mendisiplinkan dan mengoreksi dirinya, karenanya ia senang akan hal itu dan menganggapnya sebagai suatu keuntungan. Ia tahu bahwa dirinya akan menjadi semakin baik melalui ‘latihan demi latihan’ karena ia berfokus kepada sebuah kemenangan di masa depan, bukan kepada ‘beratnya beban latihan’. Seorang prajurit bermental pemenang akan terbiasa melatih dirinya dengan ‘beban-beban’ yang di atas standar rata-rata. Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang” (Mazmur 144:1)

2)      IMAM. Mazmur 57:8-9 berkata Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!” Seorang imam memiliki gaya hidup yang menyembah Tuhan. Penyembahan kepada Tuhan memunculkan hadirat Allah dalam hidup kita sehingga kita menjalani hidup yang diberkati. Seorang imam bukanlah seorang yang tamak, melainkan seorang yang menjembatani jiwa-jiwa dengan Tuhan. Karenanya, hendaklah keselamatan jiwa-jiwa menjadi orientasi hidup kita.

Category

%d bloggers like this: