HEAVENOUS

The True Worshipper

Posted on: April 7, 2014

Shalom!

Kita berada dalam era Pentakosta ke-3 dimana bumi akan dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan seperti air yang menutupi dasar laut, karenanya hari-hari ini kita akan dibawa ke dalam suatu penyembahan yang semakin intim kepada Tuhan. Ketika kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus, berkenan dan hidup di hadapan Tuhan maka hidup kita akan dipenuhi oleh kasih-Nya. Untuk masuk ke dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan (dipenuhi Firman Tuhan dan Roh Kudus), maka terlebih dahulu kita mengaku dosa kepada Tuhan agar Tuhan mengampuni dan mentahirkan kita dari dosa-dosa tersebut. Kita harus disucikan dengan darah Yesus untuk mati dari hidup yang lama, kemudian bangkit bersama Kristus dalam hidup sebagai manusia yang baru agar hadirat Tuhan turun dalam kehidupan kita. Roh, jiwa dan tubuh kita harus terpelihara sempurna hingga kedatangan-Nya yang kedua kelak.

Ibrani 9:11-12 berkata “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. ” Dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan harus menyucikan dirinya dari dosa melalui seorang imam namun dalam Perjanjian Baru kini Tuhan Yesus sendirilah yang menghapuskan dosa kita sehingga kita dilayakkan untuk beribadah secara intim dengan Bapa. “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:6-8)

Lalu bagaimana masuk dalam penyembahan yang intim kepada Tuhan? Yohanes 4:23 berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Kelegaan, ketenangan, damai sejahtera dan kebahagiaan adalah bagian yang diperuntukan Tuhan bagi kita, bukan sebaliknya (kecemasan, putus asa, kecewa) karena melalui keintiman dengan Tuhan maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran air hidup yang membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Tuhan menghendaki kita menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan kebenaran bukan hanya di gereja tetapi dalam setiap langkah hidup kita setiap saat, lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Inilah yang memberikan kita sebuah pencerahan dan memiliki hidup yang berpengharapan.

Ketika kita lebih mengutamakan kehidupan jasmani kita, maka kita akan menjadi lemah. Namun, bersyukurlah sebab Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mengalami perjumpaan dengan-Nya melalui doa, pujian dan penyembahan sehingga kita mendapatkan kekuatan baru ditengah ketidakstabilan keadaan dunia yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Hadirat Tuhanlah yang akan mengubahkan kehidupan kita dan membuka pintu-pintu yang tertutup dalam kehidupan kita. Worship God anytime, anywhere, anyway.

Category

%d bloggers like this: