HEAVENOUS

Panggilan Sebagai Penyembah Yang Benar

Posted on: March 6, 2014

1 Petrus 2:9-10

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Shalom!

Semua umat manusia begitu menantikan Sang Juru Selamat Dunia. Kita sebagai gereja adalah kumpulan orang-orang yang dipanggil dari kegelapan kepada terang Kristus. Bersyukurlah sebab kita telah dipilih oleh Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan: itulah panggilan Tuhan bagi hidup kita. Kekristenan mulai menghilang ketika kita tidak mewariskan iman kepada keturunan kita karena keduniawian yang menjadi fokus hidup kita tanpa melibatkan sedikitpun kuasa Tuhan dalam hidup kita. Namun, prinsip Kerajaan Allah menekankan bahwa memiliki seluruh harta dunia tanpa Allah hanyalah kesia-siaan belaka, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Matius 6:33) Kita perlu penyertaan Ilahi. Pada awalnya bangsa Israel dijagai oleh Tuhan dengan tiang awan dan tiang api, namun seiring memasuki Tanah Perjanjian maka Tuhan menghendaki bangsa Israel untuk bekerja dan menuai hasilnya. Itulah saat dimana kita hidup berpindah dari dimensi jasmani ke dimensi rohani, yaitu sepenuhnya mempercayai Tuhan meskipun kita tidak melihatnya secara jasmani. Jadi, kunci dari berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan, yaitu:

1)                  Calling. Roma 13:1 berkata Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.Melihat keadaan negara kita yang berantakan, hendaklah kita tetap bersikap bijaksana dengan mendoakan para pemimpin bangsa ini bukannya menghakimi mereka. Kita harus tetap mengusahakan kesejahteraan negara kita, minimal melalui doa yang memberkati bangsa ini. Meskipun kita minoritas namun Tuhan menciptakan kita untuk menjadi terang ditengah kegelapan yang melanda negara ini agar kelak nama-Nya dipermuliakan oleh seluruh bangsa ini. Inilah panggilan kita sebagai ciptaan yang baru di dalam Kristus. Tak perlu kuatir dengan siapa pemimpin bangsa ini karena kita adalah warga negara surga sehingga seharusnyalah kita berharap hanya kepada Tuhan yang adalah sumber kehidupan kita. Kita adalah bait Allah, Allah ada di dalam kita. Roh yang ada di dalam kita lebih besar kuasa-Nya dibandingkan segala roh di dunia ini, karenanya kita tak perlu kuatir dengan segala ketidakpastian dunia ini. Ketika Roh Allah ada dalam kita, apapun yang kita perbuat pasti berhasil.

2)                  Character. Pengajaran yang hebat kalah dengan sifat dasar manusia. Jelaslah bahwa karakter Kristus menentukan kehidupan kita lebih dari segala pengetahuan yang kita kuasai. Syarat agar karakter Kristus tersebut semakin besar di dalam kita yaitu kita harus hidup sesuai kebenaran dan penuh dengan Roh Allah. Kita yang tidak layak untuk beribadah kepada Allah yang kudus dilayakkan untuk bersekutu dengan-Nya melalui penyembahan kita. Semakin kita bersekutu dengan Tuhan maka semakin kita serupa dengan-Nya. Milikilah karakter manusia kerajaan Surga yang berkomitmen dan berdedikasi untuk hidup benar ditengah kegelapan dunia ini.

3)                  Capability. Lipatgandakanlah talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita untuk meningkatkan kesejahteraan hidup kita. Sebagai anak Allah, kita tidak boleh kalah dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita harus meningkatkan kemampuan kita dalam segala hal agar nama Tuhan dipermuliakan.

4)                  Capacity. Seiring dengan meningkatnya kemampuan kita, maka kapasitas kita pun akan diperbesar. Kita harus siap dengan proses Tuhan untuk meningkatkan kapasitas hidup kita, baik rohani maupun jasmani.

5)                  Commitment. Sebagai anak-anak Allah yang tangguh, kita harus berani berkomitmen untuk hidup benar ditengah keadaan dunia yang tidak benar. Kita tidak boleh hidup dalam ‘zona abu-abu’ yang kelak malah akan mempermalukan nama Tuhan karena kita telah membuat diri kita menjadi ‘payah’ di hadapan orang lain. Tetaplah pertahankan iman untuk menyembah Yesus meskipun dunia menolak kita.

6)                  Connect to Jesus. Tetaplah terhubung dengan Kristus yang adalah sumber kehidupan kita.

 

Category

%d bloggers like this: