HEAVENOUS

Making A Difference

Posted on: February 27, 2014

Maleakhi 3:18

Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.”

Shalom!

Iman yang hidup adalah iman yang memberikan perbedaan antara orang yang percaya Kristus dan orang yang tidak percaya Kristus. Kuasa salib Kristus begitu mengubah hidup kita dari seorang yang ‘mati’ menjadi ‘hidup’. Kata ‘kembali’ dalam ayat di atas merujuk kepada perbedaan nasib yang terlihat jelas antara orang fasik dan orang benar pada zaman dahulu. “Umat-Ku akan melihat lagi perbedaan antara nasib orang baik dan orang jahat, antara orang yang berbakti kepada-Ku dan yang tidak.” (Maleakhi 3:18 – BIS) Memang sekarang nasib antara orang baik dan orang jahat tampak sama bahkan seringkali kita melihat bahwa nasib orang jahat sepertinya jauh lebih baik dibandingkan nasib orang baik, namun percayalah akan janji Tuhan di ayat tersebut bahwa ‘perbedaan nasib’ tersebut akan Tuhan buat kembali. Jadi, tetaplah teguh dan setia beribadah kepada Tuhan karena segala jerih payah kita bagi-Nya akan diperhitungkan-Nya kembali.

Allah telah membedakan umat-Nya pada zaman dahulu, maka percayalah bahwa Ia adalah Allah yang sama yang tetap sanggup untuk membedakan kita dengan dunia melalui kelimpahan yang disediakan-Nya bagi kita ditengah kekurangan yang melanda dunia. Mujizat masih ada!

Yang pernah terjadi

Yang akan terjadi lagi

Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan [membedakan] tanah Gosyen, di mana umat-Ku [orang-orang benar] tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat [tulah], supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini.” (Keluaran 8:22) Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar [krisis ekonomi]. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” [tetapi jangan merusakkan pohon-pohon zaitun (Roma 11:24) dan kebun anggur (Yeremia 5:7) – BIS” (Wahyu 6:6)

*pohon zaitun & kebun anggur dalam ayat referensi tersebut secara profetik dimaksudkan sebagai orang yang telah bersatu dengan Kristus*

Tiga alasan mengapa bangsa Israel ada di Gosyen yang merupakan tempat mereka ‘diistimewakan’ oleh Tuhan meskipun ‘dikucilkan’ oleh Mesir, yaitu:

1)      Karena mereka lahir sebagai orang Ibrani. Kejadian 43:32 berkata Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir.” Gosyen bagi kita adalah sebagai tempat yang dikhususkan bagi kita setelah kelahiran baru kita sebagai umat pilihan Allah. Tanda bahwa kita telah lahir baru di dalam Kristus, yaitu ketika kita menjadi ‘berbeda’ dengan dunia karena kita memiliki sifat-sifat Ilahi yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4) If we are born of God’s seed and born as God’s people, then we must bear God’s image and have God’s features –ManHee Lee.

2)      Karena mereka adalah para gembala. Kejadian 46:34 berkata maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami — dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen.” — Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir.” Gosyen akan tersedia bagi kita ketika kita memiliki hati gembala, yaitu hati yang memperhatikan domba-domba (kesejahteraan hidup orang lain). Dunia pasti akan merasa ‘asing’ dengan kita ketika kita lebih mementingkan kehidupan orang lain ditengah prinsip hidup dunia yang selalu mementingkan diri sendiri, namun itulah sumber perkenanan Tuhan bagi kita. Mengasihi sesame adalah tanda bahwa kita mengasihi Tuhan.

3)      Karena mereka beribadah kepada Jehova. Keluaran 8:26 berkata Tetapi Musa berkata: “Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu?” Satu hal yang pasti yang membedakan kita dengan orang yang tidak percaya Kristus adalah ibadah kita. Ibadah bukan hanya sekedar di gereja tetapi ibadah berbicara tentang keintiman kita dengan Tuhan. Kejadian 26:25 berkata Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.” Ditengah situasi kekeringan yang menimpa negeri yang didiami Ishak, ia mengutamakan ibadah kepada Tuhan terlebih dahulu barulah kemudian ia mengurus segala urusan kehidupannya. Marilah kita selalu mengutamakan Tuhan dalam hidup kita! Meskipun kita seperti ‘dikucilkan’ oleh dunia karena kita beribada kepada Tuhan Yesus Kristus, namun percayalah bahwa Tuhan telah menyediakan segala berkat terbaik bagi kita ketika kita tetap setia beribadah kepada-Nya.

Category

%d bloggers like this: