HEAVENOUS

Kebutuhan Yang Esensi

Posted on: February 18, 2014

Markus 2:1-12

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.””

Shalom!

Dalam memahami Firman Tuhan, kita bisa melihatnya dari berbagai sudut pandang karena Firman Tuhan itu sangat kaya. Bagaimanapun keadaan kita, yang Tuhan lihat adalah iman kita bukan keadaan lahiriah kita. Pahamilah bahwa manusia melihat sebatas apa yang dihadapannya tetapi Tuhan melihat hati. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” (Lukas 18:8) Percayalah bahwa Tuhan pasti memberi lebih dari yang kita minta. Dari kisah orang lumpuh tersebut, Tuhan terlebih dahulu mengampuni dosanya barulah menyembuhkan penyakitnya karena Tuhan paling mengerti kebutuhannya yang paling esensi, namun seringkali kita tidak mengetahui hal yang paling esensi yang kita butuhkan sehingga kita seringkali meminta sesuatu sebatas keinginan kita saja bukan yang benar-benar kebutuhan kita. Tuhan sangat mengerti kebutuhan utama kita, yaitu keselamatan. Tuhan Yesus berkata apa gunanya kita memiliki seluruh harta duniawi tetapi tidak diselamatkan? Itulah sebabnya kita sangat perlu agar Tuhan terlebih dahulu mengampuni dosa kita karena dosa menghalangi hubungan kita dengan Allah.Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Matius 5:29-30)

Markus 2:7 berkata Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Hanya Allah saja yang sanggup mengampuni dosa kita sebab ketika kita berdosa sebenarnya kita sedang menyakiti hati Allah, karenanya betapa kita harus memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuhan.

Pengampunan itu tidak murah. Ketika Allah mengampuni dosa kita, kita sedang membuat Allah membayar harga kesalahan kita. Allah membayar dosa kita melalui kematian Yesus (Anak Tunggal-Nya) di kayu salib, jika Allah tidak memberikan Yesus bagi kita…tentunya kitalah yang harus membayar dosa kita sendiri kepada maut, sebab upah dosa adalah maut.

Dalam Markus 2:9-10 Yesus berkata: Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” Hal ini dikatakan Yesus untuk menekankan bahwa Ia adalah Allah yang sanggup menyelesaikan segala kebutuhan jasmani & rohani kita lebih dari yang sanggup kita pikirkan atau doakan. Kita perlu mujizat Tuhan. Ketika kita memahami betapa tidak sepelenya hidup berdosa itu dan menyadari betapa besar kasih-Nya bagi kita, maka kita pun akan sangat menghargai-Nya, berdoa seperti yang dikehendaki-Nya dan bersemangat hidup untuk menyenangkan-Nya saja. Jadi, yang paling kita perlukan adalah hubungan kita dengan Tuhan yang dipulihkan melalui pengampunan dosa kita sehingga kita memperoleh keselamatan kekal.

Category

%d bloggers like this: