HEAVENOUS

Orang Sabar Yang Menanti Waktu Tuhan

Posted on: February 4, 2014

Matius 20:20-24

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.”

Shalom!

Seringkali kita meminta sesuatu hal yang tidak kita ketahui/mengerti kepada Tuhan dengan menuntut namun setelah Tuhan mengabulkan hal tersebut, kita pun tidak siap menerimanya (menanggung konsekuensinya). Tahun 2014 adalah tahun peperangan rohani yang besar, karenanya kita harus bangkit menjadi seorang prajurit Tuhan yang gagah perkasa dengan banyak berdoa, terutama berdoa bagi kesejahteraan dan keamanan bangsa Indonesia. Kita diberi kuasa untuk mengubah nasib bangsa ini melalui doa. Belajarlah  untuk peka mendengar suara Tuhan, Tuhan berbicara kepada setiap orang dengan cara yang berbeda tergantung ‘background’ orang tersebut.

Peperangan telah dimulai, maka kita harus menjaga diri, berdoa sungguh-sungguh, berpuasa dan ‘periksa barisan’ (jangan buka celah). Perhatikan keluarga kita, roh yang sedang dilepaskan oleh kuasa kegelapan hari-hari ini adalah roh yang menyebabkan perselingkuhan sehingga mengakibatkan banyak jiwa melayang demi pembalasan dendam atas kejadian tersebut. Kuasailah diri kita sedemikian rupa sehingga kita menyenangkan Tuhan, tidak hanya melakukan hal yang hanya mengenakan kita namun tidak berkenan kepada Tuhan. Akhir-akhir ini kita akan ‘diserang’ dengan ketidaksabaran melalui tawaran-tawaran yang menggiurkan (harta, tahta, cinta). Berhati-hatilah, jangan langsung terpengaruh dengan tawaran tersebut dan patah semangat dengan keadaan hidup kita yang tiba-tiba berubah tanpa bisa diantisipasi karena hidup kita tidaklah tergantung oleh hal tersebut, namun tergantung dari Firman Tuhan. Jangan bodoh menyikapi hidup yang tidak stabil akhir-akhir ini dengan melakukan sesuatu yang melebihi iman kita! Jangan paksa Tuhan untuk menyelesaikan masalah dengan cara kita tetapi carilah kehendak Tuhan karena hanya Tuhan yang sanggup memberikan jalan keluar dan kelegaan yang sempurna di tengah himpitan pergumulan hidup. Tak perlu bersungut-sungut dengan mengatakan hal yang tidak kita mengerti, tetapi berhikmatlah…bertindak dengan bijak karena segala sesuatunya terjadi atas seizing Tuhan.

Hal yang terus menjadi perdebatan antara orang Yahudi dan orang Kristen adalah pemahaman akan Taurat: orang Yahudi menganggap bahwa orang Kristen tidak menganggap Taurat menskipun percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Kelak Tuhan akan mengangkat orang-orangnya dan membuktikan bahwa Taurat-Nya (hukum-Nya) itu teguh dan benar. Jangan menganggap remeh hukum Taurat atau meniadakannya karena hal tersebut adalah dosa di hadapan Allah. Kita memang umat-umat yang ‘by pass’ karena tak perlu melakukan ‘ritual hukum Taurat’ seperti orang Israel zaman dahulu tetapi atas perkenanan Tuhan maka kita dilayakkan untuk berhubungan langsung dengan-Nya namun karena ‘kenyamanan’ tersebut kita menjadi umat yang lebih banyak pelanggarannya karena ‘meringankan’ perintah Tuhan. Marilah menjadi umat Tuhan yang hidupnya diatas rata-rata dengan tidak menjadi serupa dengan dunia ini.

Category

%d bloggers like this: