HEAVENOUS

Hidup Dalam Kuasa Perjanjian Ilahi

Posted on: January 27, 2014

Shalom!

Sesulit apapun juga situasinya, apabila Tuhan sudah berjanji…pastilah hal tersebut akan digenapi dalam hidup kita karena kuasa perjanjian-Nyalah yang sanggup membuka pintu-pintu mujizat dalam hidup kita. Menepati janji-Nya dalam hidup kita, bagi Allah adalah suatu kebanggaan. Lalu, apakah kita ada di dalam kuasa perjanjian Ilahi? Apa rahasia hidup dalam kuasa perjanjian-Nya?

  1. Berkomitmen untuk hidup seperti Kristus. Efesus 2:12-13 berkata bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.” Oleh darah Kristuslah, maka kita masuk dalam perjanjian Ilahi namun bukan berarti hanya dengan menerima perjamuan kudus maka kita sudah hidup dalam kuasa perjanjian-Nya. Hanya dengan komitmen untuk hidup baru dan menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatanlah yang membuat kita masuk dalam kuasa perjanjian-Nya. Komitmen kita untuk hidup seperti Kristus dengan meninggalkan cara hidup yang lama (1 Yohanes 2:6), itulah yang membuat kita berharga. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19) Tuhan kita adalah Allah yang setia, ketika Tuhan telah berjanji pasti Ia akan menepati-Nya.
  2. Miliki mentalitas Kerajaan Allah, yaitu melakukan sesuatu dengan ‘ukuran’ Tuhan. Kejadian 24:18-19 berkata Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”” Ribka hanyalah seorang gadis biasa, namun ia memiliki kapasitas hati yang besar. Memiliki ‘ukuran Tuhan’ berarti melakukan sesuatu lebih dari yang diharapkan seperti tertulis dalam Matius 5:38-41, yaitu Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”
  3. Memiliki pola pikir yang memperkuat iman kita akan janji Allah, yaitu tetap percaya bahwa Allah berkuasa melakukan apa yang Ia janjikan tanpa melihat keadaan hidup yang sepertinya mustahil bagi janji Allah untuk digenapi. Roma 4:18-22 berkata Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”
  4. Melakukan ketaatan yang sempurna akan perintah Allah meskipun hal tersebut sepertinya tidak logis. Kejadian 22:16-17 berkata kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN –: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.”
  5. Menepati nazar kita kepada Tuhan (tidak menunda-nunda). Ulangan 23:21,23 berkata “Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu. Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri.”” Ingatlah akan nazar yang pernah kita katakana kepada Tuhan dan tepatilah itu. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan melakukan kepadamu seperti engkau lakukan, yaitu engkau memandang ringan kepada sumpah dengan mengingkari perjanjian.” (Yehezkiel 16:59)

Category

%d bloggers like this: