HEAVENOUS

“My Resolution”

Posted on: January 7, 2014

Resolusi adalah kebulatan pendapat berupa tuntutan atau permintaan yang ditetapkan untuk dilaksanakan. 1 Timotius 4:7-8 berkata “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Di tahun baru ini, marilah kita menuntut (memaksa diri) untuk beribadah demi hidup yang lebih baik di masa depan. Prioritas hidup kita menentukan masa depan kita. Melalui Filipi 3:10, kita diajarkan untuk mengutamakan 4 tujuan hidup berikut, yaitu: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya

  1. Mengenal Dia. Matius 7:22-23 berkata “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”” Banyaknya kegiatan pelayanan kita tidak menjamin bahwa kita benar-benar mengenal Tuhan jika kita tidak memiliki motivasi yang tulus mencintai-Nya. Kita harus kembali kepada kasih mula-mula dan berkomitmen untuk lebih intim mengenal-Nya sebab itulah esensi dari kekristenan.
  2. Kuasa kebangkitan-Nya. “A man who won’t die for something is not fit to live.” -Martin Luther King, Jr. Mengenal kuasa kebangkitan-Nya berarti kita memiliki hidup yang berpengharapan karena meyakini bahwa Allah yang kita sembah itu berkuasa atas kehidupan dan kematian.
  3. Persekutuan dalam penderitaan-Nya. Kisah Rasul 14:22 berkata “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Hardship often prepare ordinary people for extraordinary destiny. Bersyukurlah sebab mujizat kreatif itu nyata ditengah-tengah penderitaan kita!
  4. Serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Matius 26:41 berkata “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Untuk menjadi serupa dengan Kristus, kita harus  mematikan kedagingan kita dengan lebih mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri kita sendiri.

 

Category

%d bloggers like this: