HEAVENOUS

Let’s Celebrate The Problem!

Posted on: January 7, 2014

Kejadian 1:28 berkata Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”” Kata ‘taklukan’ mengandung unsur perjuangan dalam pencapaiannya dan tidak mudah sebab ada tantangan yang harus dilalui. Namun, sebelum Tuhan memberi manusia perintah untuk menaklukan bumi, Ia terlebih dahulu memberkati kita karena ketika kita hidup dalam berkat Tuhan maka ada kemampuan untuk menaklukan bumi. Karenanya, kita harus hidup bersinergi (bekerja sama) dengan Tuhan agar berkat tersebut tidak terhalang bagi hidup kita, yaitu dengan tidak hidup dalam dosa dan kejahatan. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Masalah adalah alat Tuhan yang sangat efektif untuk membuat manusia semakin canggih karena melalui masalah kita menjadi lebih dekat kepada Tuhan dan muncullah potensi maksimal kita. Bahkan dapat dikatakan bahwa masalah adalah teman setia kita, karena ia selalu menyertai kita hingga hari kematian kita. Namun, Tuhan tidaklah pusing dengan segala masalah kita, yang ia pusingkan adalah respon kita dalam menghadapi masalah tersebut. Yang Tuhan kehendaki adalah agar kita merayakan masalah tersebut, yaitu dengan cara menikmatinya bukan lari dari kenyataan. Kita ibarat sebuah pasta gigi yang terus-menerus ditekan hingga benar-benar mengeluarkan ‘pasta’ (hal yang bernilai), jika kita belum benar-benar mengeluarkan ‘pasta’ di tengah tekanan masalah (bersungut-sungut, masih sombong, tidak bersyukur, kedagingan) maka Tuhan tidak akan berhenti untuk ‘memproses’ kita. Nikmatilah segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita dengan cara yang positif, karena dibalik semua itu sebenarnya Tuhan sedang melakukan sesuatu yang indah bagi kita. Tuhan sedang melatih kita untuk mempunyai daya tahan lebih disaat sedang tertekan.

Inilah yang Tuhan kehendaki ketika kita sedang dalam masalah:

  1. “Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5:16). Kata ‘senantiasa’ dalam ayat tersebut berarti bersukacita itu tidak tergantung oleh keadaan. Tuhan berkehendak agar kita bersukacita di dalam Tuhan dan dalam pengharapan. “Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 3:1, Filipi 4:4) “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12) 1 Korintus 10:13 berkata “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Lingkungan mempengaruhi kita untuk cenderung merespon masalah secara negatif namun kita harus selalu berada dalam dimensi yang positif sehingga kita dapat melihat pintu jalan keluar yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Persiapkanlah diri kita karena Tuhan selalu ingin bekerja sama dengan kita untuk menyatakan mujizat-Nya! Isilah hati kita dengan iman dan harapan-harapan yang positif!
  2. “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17). Berdoalah dengan konsisten, berkata-katalah kepada Tuhan bukan kepada manusia. Tak perlu mencari ‘kambing hitam’ dari setiap permasalahan kita, namun berdoalah dalam Roh sehingga Roh-lah yang akan menguatkan dan menenangkan kita dalam menghadapi masalah tersebut sebab menampilkan keadaan diri yang murung ditengah masalah hanya akan melemahkan iman orang sekitar kita. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21) Tuhan berjanji bahwa pintu mujizat dibuka bagi kita, namun kita juga perlu menyadari bahwa tidak ada mujizat tanpa didahului masalah. Mujizat Allah tidak akan terhambat terjadi bagi kita jika kita memiliki respon yang benar ditengah masalah. Percayalah bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).
  3. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18). Bersyukur berarti menerima segala keadaan yang kita alami. Hal ini akan membuat kita mampu memandang realita kehidupan yang pahit dari ‘kacamata Allah’. Bersyukurlah dengan adanya masalah sebab itu berarti Tuhan akan menyatakan mujizat-Nya dalam hidup kita. Persiapkan hati kita untuk tidak bertindak sebagai ‘sutradara kehidupan’ tetapi untuk menerima mujizat Tuhan sesuai cara yang Tuhan kehendaki. Berdoalah agar Tuhan tetap beri kekuatan seandainya masalah tersebut memang harus kita lalui dan dimampukan untuk memilih respon yang benar ditengah masalah. It’s not the time to cry the problem, but it’s the time to celebrate the problem!

Category

%d bloggers like this: