HEAVENOUS

Rahasia Pintu Mujizat Terbuka

Posted on: January 6, 2014

Shalom!

Tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat. Tuhanlah yang membuka pintu-pintu mujizat tersebut, namun kita pun mempunyai andil dalam terbukanya pintu tersebut dengan melakukan bagian kita. Marilah kita belajar dari Daud mengenai rahasia agar pintu mujizat terbuka dalam kehidupan kita, yaitu:

  1. Daud selalu rendah hati di hadapan Allah maupun manusia. 1 Samuel 17:34-37 berkata “Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.””  Daud hanyalah seorang gembala muda yang tidak terpandang namun Tuhan begitu jatuh cinta kepadanya karena Daud selalu berkata “I’m nothing” dan mengakui hanya Tuhan sajalah sumber kekuatannya sehingga pintu mujizat selalu terbuka bagi-Nya.
  2. Daud mengucap syukur atas apapun keadaannya yang sedang ia hadapi pada saat itu. Meskipun awalnya Daud tidak mengalami hidup yang dunia sebut berkelimpahan, namun Daud tidak berkeluh kesah atas ‘ketidakadilan’ yang dialaminya melainkan selalu mengucap syukur dan menjaga dengan sepenuh hati apa yang telah Tuhan percayakan kepadanya. Daud menyadari bahwa Tuhan itu baik dalam segala hal, meskipun hidupnya sangat sederhana di masa-masa ketika ia sedang dipersiapkan Tuhan menjadi raja Israel namun ia tidak menyepelekan kesederhanaannya, melainkan tetap mengucap syukur atas setiap hal kecil yang terjadi dalam hidupnya. Barangsiapa setia dalam perkara kecil, maka kepadanya akan dipercaya perkara yang besar. Jangan ragu untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam setiap hal kecil yang kita alami, tak perlu menunggu hal besar terjadi dalam hidup kita untuk kita menyaksikan kebaikan Tuhan bagi orang lain karena baik hal kecil maupun hal besar, tetaplah Tuhan yang melakukan semuanya bagi kita!
  3. Daud taat sepenuhnya kepada Tuhan sekalipun tidak mengerti. 1 Samuel 17:40-47 berkata “Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”” Dalam setiap langkah hidupnya, Daud selalu bertanya kepada Tuhan akan apa yang harus ia lakukan. Daud pun taat melakukannya meskipun sepertinya hal tersebut tidak masuk akal. Daud percaya penuh kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah mempermalukan anaknya yang mendengar Firman Tuhan dan taat melaksanakannya. Lakukanlah bagian kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan melakukan mujizat-Nya yaitu hal-hal yang diluar kontrol kita, itulah esensi ibadah yang sejati.

Category

%d bloggers like this: