HEAVENOUS

2014: PINTU-PINTU MUJIZAT DIBUKA

Posted on: January 6, 2014

Wahyu 3:8

“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

Shalom!

1 Korintus 2:9 berkata “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” Pintu mujizat memang telah Tuhan buka bagi kita namun kita harus melakukan ‘action’ untuk mencapai pintu tersebut. Sesuai Wahyu 3:8 untuk membuka pintu tersebut kita harus menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama-Nya, maksudnya yaitu:

  1. Menjadikan Kristus sebagai Kepala, yaitu dengan cara mengasihi-Nya. 1 Yohanes 4:12,19-21 berkata “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” Dari ayat tersebut jelaslah bahwa kasih kita kepada Allah diwujudkan dengan cara mengasihi sesama karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu (1 Korintus 13).
  2. Memiliki gaya hidup yang rendah hati, berarti kita senantiasa membutuhkan pertolongan Roh Kudus dan menempatkan orang lain sebagai pribadi yang lebih penting dari kita. Tuhan berjanji bahwa mujizat kreatif itu nyata sebab Ia sanggup melakukan jauh lebih banyak dari yang dapat kita doakan ataupun pikirkan. Efesus 1:22-23 berkata “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Kepenuhan Roh Kudus akan terjadi dalam diri kita ketika kita saling rendah hati sehingga kesatuan antara tubuh Kritus pun terwujud. Setiap pribadi itu berharga dan sangat berarti sebagai anggota tubuh Kristus, jadi tidak ada alasan untuk kita saling memegahkan diri karena gereja akan diberkati ketika masing-masing anggota tubuh Kristus berfungsi sesuai panggilannya. Efesus 3:8-11 berkata “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Kita akan menemukan rahasia Allah ketika kita dengan rendah hati mau menerima panggilan Tuhan dan melakukannya dengan setia.

Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Efesus 6:11-19 berkata “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap [miliki hati yang bersukacita agar tidak ada celah bagi iblis untuk mendakwa kita], berikatpinggangkan kebenaran [Kristus adalah kebenaran, kita tidak boleh ada dalam zona ‘abu-abu’ –Efesus 4:21,24 berkata “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”] dan berbajuzirahkan keadilan [kita harus melakukan kebenaran dengan hati nurani yang murni dan mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dengan melakukan keadilan yang sesuai kebenaran Firman Tuhan bukan melakukan keadilan seperti standar dunia], kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera [beritakanlah Injil damai sejahtera, yaitu Injil yang mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik (Yohanes 7:38) bukan injil perdebatan yang dipengaruhi keadaan dunia dan diterjemahkan oleh cara pikir manusia]; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman [Ibrani 12:2 berkata “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” –Iman kita akan semakin bertumbuh ketika kita senantiasa mengarahkan mata kita kepada Tuhan, bukan kepada masalah.], sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan [Filipi 2:5 berkata “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”; pikiran kita mempengaruhi masa depan maka mulailah perkatakanlah hal yang benar dan berpikiran yang mulia sehingga karakter Kristus semakin terbangun dalam diri kita (Filipi 4:8)] dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu [berdoa adalah sebuah gaya hidup] di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,” Kita harus mengetahui dengan jelas dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah tersebut dengan lengkap. “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (1 Petrus 5:8-9)

Category

%d bloggers like this: