HEAVENOUS

The Kingdom Attitude

Posted on: December 17, 2013

Shalom!
Mazmur 69:32 berkata “Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!” Attitude determines altitude. Keberhasilan hidup kita di masa depan ditentukan oleh sikap hati yang benar. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23) Prinsip Kerajaan Surga berbicara tentang bagaimana keadaan dalam diri (inside) mempengaruhi keadaan luar diri (outside).
Kadangkala kita memang hidup bahkan melayani Tuhan namun hati kita ‘mati’. Hal tersebut ditandai dengan ketidakpedulian kita terhadap keselamatan orang lain, hubungan yang tidak baik dengan sesama, tak lagi merasakan hadirat Tuhan dan hanya melakukan kewajiban sebagai rutinitas semata tanpa gairah untuk menyenangkan Tuhan namun hanya sebagai ‘self-service’. Jadi, banyaknya aktivitas kita tidak menjamin bahwa hati kita ‘hidup’ bahkan segala aktivitas tersebut hanyalah ‘topeng’ yang menutupi ‘kematian hati’ kita. Ketika hati kita ‘hidup’, apapun yang kita lakukan bagi Tuhan pasti maksimal.
Hati yang hidup akan bersukacita untuk memenangkan jiwa sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan jiwanya terlebih dahulu. Hati yang hidup pasti memiliki hati yang berbelaskasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang.
2 Raja-Raja 7:3 berkata “Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.” Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.” Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Lalu pergilah mereka menyusul orang-orang itu sampai ke sungai Yordan, dan tampaklah seluruh jalan itu penuh dengan pakaian dan perkakas yang dilemparkan oleh orang Aram pada waktu mereka lari terburu-buru. Kemudian pulanglah suruhan-suruhan itu dan menceritakan hal itu kepada raja. Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal, sesuai dengan firman TUHAN.” Orang kusta di zaman itu adalah orang yang hidup terkucil dan mendapat makanan hanya dari belas kasihan orang lain yang sehat. Namun menarik sekali sikap hati dari orang-orang kusta di ayat tersebut, yaitu hati yang hidup sehingga sebuah bangsa diselamatkan oleh orang-orang yang dikucilkan bangsanya sendiri bahkan hidup orang-orang kusta tersebut dipulihkan secara sempurna (2 Raja-Raja 8:4-5).

Category

%d bloggers like this: