HEAVENOUS

Rosh Hashanah

Posted on: December 17, 2013

Shalom!

Di akhir zaman ini Tuhan banyak mewahyukan Firman-Nya melalui ‘bahasa sandi’ dan hanya orang yang peka mendengar suara-Nya sajalah yang mampu mengetahui tanda-tanda zaman. Hal ini akan memisahkan orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang tidak.

Salah satu ‘sandi’ di akhir zaman adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, yaitu di mana tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan saatnya. Berikut adalah beberapa rahasia tersembunyi dalam Rosh Hashanah (Hari yang tidak diketahui kapan saatnya tiba), yaitu:

ü  Hari atau saat yang tidak diketahui orang/pencuri di malam hari

ü  Hari persembunyian/bulan baru

ü  Hari peniupan sangkakala (Yom Teruah)

  • Sangkakala terakhir
  • Sangkakala kebangkitan

ü  Hari kesusahan Yakub (permulaan 10 hari pertobatan)

ü  Hari pembukaan gerbang, pembukaan buku, hari penghukuman

ü  Hari penobatan raja

ü  Hari pernikahan Messias dengan mempelai wanita-Nya

Apakah Tuhan tidak mau memberitahu saat kedatangan-Nya? Matius 25:13 berkata “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Matius 24:36 pun berkata “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Dalam tradisi Yahudi, ayat tersebut diartikan sebagai ‘hari pernikahan’ dan ‘hari yang tidak diketahui kapan saatnya’. Berdasarkan hal tersebut, setiap anak keturunan Yahudi yang ingin menikah harus mendapat persetujuan ayahnya akan kapan saatnya akan menikah. Tentunya sang ayah tidak akan mendadak memberitahu tepat disaat hari pernikahan yang ia kehendaki bagi anaknya tetapi ia akan mempersiapkan anaknya untuk menyambut hari pernikahan tersebut. Jadi, Tuhan sebenarnya sangat menginginkan kita untuk mengetahui hari pernikahan tersebut melalui tanda-tanda yang telah terjadi akhir-akhir ini.

Matius 25:10-13 berkata “Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”” Dari perumpamaan tentang sepuluh gadis ini (lima bijaksana & lima bodoh), jelas bahwa di tahun Ayin Dalet ini ‘pintu Tuhan’ terbuka hanya untuk beberapa saat saja maka kita harus selalu berjaga-jaga untuk selalu siap sedia masuk dalam momentumnya Tuhan agar kita tidak menyesal ketika ‘pintu Tuhan’ tersebut sudah ditutup. Kesepuluh gadis ini adalah orang-orang yang tahu bahwa ‘pintu terbuka’ tetapi mereka yang berjaga-jagalah yang dapat masuk ketika ‘pintu terbuka’ sebab mereka mengenal Tuhan.

Matius 24:37 berkata “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. “Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.” (Kejadian 6:17-18) Mengapa ketika itu seperti hanya Nuh saja yang tahu akan rencana besar Allah? Karena Nuh bergaul karib dengan Tuhan sehingga ia mendengar suara Tuhan, Nuh berkenan kepada Tuhan sebab ia hidup menyenangkan Tuhan (Kejadian 6:8-9). Dari ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Tuhan memberitahu dengan detail kapan terjadinya air bah tersebut dan bagaimana menghadapinya. Jadi jelaslah bahwa tidak semua orang tahu kapan kedatangan-Nya tetapi hanya kepada beberapa orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya sajalah yang akan diberitahu mengenai hari tersebut. “Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” (Kejadian 7:4)

Category

%d bloggers like this: