HEAVENOUS

THANKSGIVING

Posted on: November 17, 2013

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Bersyukur dalam segala hal bukan berarti mengucap syukur untuk segala hal. Maksudnya ialah hendaklah kita bersyukur atas segala hikmah dibalik setiap kejadian yang buruk, bukan bersyukur atas terjadinya kejadian buruk tersebut.

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28 –TB)

“Therefore, since we are receiving a kingdom which cannot be shaken, let us have grace, by which we may serve God acceptably with reverence and godly fear.” (Hebrews 12:28 –NKJV)

“Therefore, since we are receiving a kingdom that cannot be shaken, let us be thankful, and so worship God acceptably with reverence and awe” (Hebrews 12:28 –NIV)

Dari perbandingan ayat tersebut, kita menemukan bahwa ada suatu hubungan antara bersyukur (thankful) dan anugerah (grace), yaitu orang yang tidak bersyukur adalah orang yang tidak bisa menerima anugerah Tuhan.

Jadi, mengapa kita harus selalu mengucap syukur?

  1. Ucapan syukur membuka jalan kepada Tuhan. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” (Mazmur 100:4) Ketika kita mendapatkan Tuhan, kita pasti akan merasakan hadirat-Nya dan perkenanan-Nya pun ada atas kita.
  2. Ucapan syukur akan membuka alam spiritual dalam hidup kita sehingga kita mengalami pemulihan kehidupan yang seutuhnya dari Tuhan. dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan [made well] engkau.”” (Lukas 17:13-19) Kata ‘menyelamatkan’ di ayat tersebut dalam terjemahan lain diartikan sebagai pemulihan dalam seluruh aspek kehidupan kita (bukan sekedar tubuh, jiwa dan roh kita tetapi juga pemulihan seluruh keluarga dan karir kita).
  3. Ucapan syukur disaat kita terpuruk sangat berharga di mata Tuhan. Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai!” (Mazmur 107:22) Korban menggambarkan suatu hal yang tidak mengenakan kita ketika kita melakukannya tetapi itulah yang menyenangkan Tuhan. Percayalah, suatu hari kelak ‘korban’ tersebut akan menjadi berkat tidak hanya bagi kita pribadi bahkan orang lain juga.

Category

%d bloggers like this: