HEAVENOUS

Mendengar Suara Tuhan

Posted on: November 17, 2013

1 Samuel 3:10

“Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.””

Shalom!

Hendaklah kita lebih banyak mendengar dan sedikit berkata-kata. Ketika kita mau mendekat kepada Tuhan dengan rendah hati dan menyediakan waktu untuk-Nya, kita akan mendengar suara Tuhan dan lebih mengenal-Nya sebab Tuhan rindu untuk berbicara kepada setiap umat-Nya. Mendengar suara Tuhan adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Alasan mengapa Tuhan masih mau berbicara kepada kita hingga saat ini, yaitu:

  1. Tuhan mengasihi kita seperti Ia mengasihi orang-orang yang tertulis dalam Alkitab.
  2. Kita perlu tuntunan dari Tuhan untuk menuju tujuan hidup yang sesungguhnya sebab Tuhan menentukan langkah-langkah orang benar.
  3. Kita perlu penghiburan dan kekuatan dari Tuhan untuk bangkit dari kegagalan dan melakukan hal yang lebih baik lagi.
  4. Tuhan ingin kita mengenal-Nya: lebih peka mendengar suara-Nya dan mampu membedakan suara Tuhan, suara iblis atau suara hati kita sendiri. Mendengar suara Tuhan itu perlu latihan.

Dari 1 Samuel 3:1-10 kita dapat belajar dari Samuel yang mau mendengar suara Tuhan dan dipersiapkan (diproses) Tuhan menjadi alat-Nya yang mulia untuk memerintah sebagai hakim atas orang Israel (1 Samuel 7:15-17). Apa yang kita patut teladani dari seorang Samuel dalam mendengar suara Tuhan?

  1. Samuel sabar dan taat melakukan apa yang ia tahu. “Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.” (1 Samuel 3:1) Samuel tidak segan-segan menyampaikan Firman Tuhan sepenuhnya kepada Saul meskipun hal tersebut menyakitkan. Inilah langkah pertama untuk kita bisa naik ke level selanjutnya: mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Percayalah, Tuhan punya rencana bagi kita.
  2. Memposisikan diri dengan tepat. 1 Samuel 3:3 berkata “Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.” Hal ini berarti kita harus mendekat kepada Tuhan dan berdiam diri untuk mendengar suara Tuhan, bukan hanya mengatakan banyak hal kepada Tuhan karena kita datang kepada Tuhan untuk menantikan tuntunan-Nya bukan untuk menuntun Tuhan. Ketika kita menghadap mezbah-Nya, ada saatnya untuk kita berbicara, ada pula saatnya untuk berdiam mendengar suara-Nya.

Mendekat kepada Tuhan. Samuel tinggal di tempat tabut Allah berada (hadirat Allah) dan berkata Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Yosua 1:8 berkata “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Kita harus menyediakan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan sebab Allah pasti berbicara melalui Firman-Nya. “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” (Yeremia 33:3) Kita sedang mengalami peperangan rohani, karenanya kita sangat membutuhkan tuntunan-Nya untuk menghadapi kehidupan kita dan menjadi lebih dari pemenang. Firman Tuhan, darah Kristus, nama Yesus dan kasih Allah adalah senjata paling ampuh dalam menghadapi peperangan rohani. Iblis selalu berusaha menyerang kita namun ketika kita mau dan siap mendengar suara Tuhan, pasti Ia akan berbicara kepada kita dan menuntun kehidupan kita sehingga kita menjadi lebih dari pemenang.

Category

%d bloggers like this: