HEAVENOUS

Perabot Rumah Yang Mulia

Posted on: November 11, 2013

“Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,” (Yohanes 2:23-26) Jadi, apa yang membuat Tuhan mempercayakan diri-Nya kepada kita?

2 Timotius 2:19-21 berkata “Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Lalu, bagaimana cara kita menyucikan diri? Yaitu dengan: “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda [dosa yang menggoda anak muda, lebih menuruti hawa nafsu], kejarlah keadilan, kesetiaan [keputusan hati untuk tetap bertahan dalam segala perubahan keadaan], kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan [menuntun orang lain datang kepada Tuhan], sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.” (2 Timotius 2:22-26)

Guys, tahun 2013 akan segera berakhir. Mari kita introspeksi diri tentang apa yang telah kita perbuat sepanjang tahun ini: sudahkah kita menjadi “perabot rumah untuk maksud yang mulia”? Kemauan dan kerelaan diri untuk ‘dibentuk’ oleh Tuhan adalah kunci kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Category

%d bloggers like this: