HEAVENOUS

Apa Yang Harus Kita Lakukan Di Tahun Ayin Dalet?

Posted on: November 11, 2013

Sekarang kita memasuki Tahun Ayin Dalet, dimana Ayin berarti ‘mata’ maka hendaklah kita melakukan perintah Tuhan seperti yang tertulis dalam Mazmur 132:2, yaitu “Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.”; sedangkan Dalet berarti ‘pintu’ yang melambangkan : a) pemisahan antara orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang bukan, b) perlindungan Tuhan yang dinyatakan ketika kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan; c) pengharapan baru yang membawa sukacita jika kita melewatinya dengan terobosan-terobosan Ilahi.

Lalu, apa yang harus kita lakukan di tahun Ayin Dalet ini? Mazmur 24:7-10 berkata Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!””

Memasuki tahun Ayin Dalet, kita harus mengizinkan Roh Kudus masuk dan memenuhi diri kita. Tanggalkanlah segala hal yang menghambat Roh Kudus memenuhi kita secara sempurna dan kuncinya adalah memiliki rasa haus dan lapar akan hadirat Allah. “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Efesus 3:19-20)

Mengapa sangat penting bagi kita untuk selalu penuh dengan Roh Kudus?

1)      Tuhan Yesus bisa datang kapan saja dan kita harus kedapatan siap sedia saat Ia tiba, mempelai-Nya adalah ia yang penuh dengan Roh Kudus dan melakukan Firman Tuhan (Matius 25:1-13).

2)      Roh Kudus membuat kita mampu menghadapi tipu daya iblis yang hanya ingin mencuri, membunuh dan membinasakan kita (Yohanes 10:10).

3)      Dipenuhi oleh Roh Kudus adalah kerinduan Tuhan bagi kita agar kita bisa menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup (Kisah Rasul 1:8).

4)      Roh Kudus yang mengalir dalam diri kita membuat kita pun mengalirkan ‘air kehidupan’ bagi orang-orang sekitar kita (menjadi berkat) sehingga kita memiliki masa depan yang cerah (Yehezkiel 47:1-12). “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38)

Dunia membutuhkan kita karena kita adalah bait suci Allah yang membawa kehidupan bagi dunia yang ‘mati’ ini. Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk dipakai sebagai alat kerajaan-Nya secara luar biasa. Namun, tetaplah rendah hati ketika Tuhan memakai kita “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) We are nothing, but He is everything. Jangan biarkan dunia menguasai kita sekalipun kita berada di dunia tetapi kita harus menguasai dunia.

Roma 12:1-2 berkata “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Ibadah itu terhitung sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, bukan hanya disaat pertemuan-pertemuan ibadah di gereja saja tetapi juga disepanjang aktifitas kehidupan kita sehari-hari.

Kolose 3:23-24 berkata “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

Ibadah yang sejati adalah ibadah yang mengutamakan (hanya mencari) Tuhan. Manusia tidak bisa memuaskan hasrat kita dalam beribadah, tapi hanya Tuhan saja yang sanggup memuaskan seluruh kerinduan kita dalam beribadah. Hendaklah kita memperbaiki ibadah kita dengan memiliki motivasi yang murni di hadapan Tuhan sehingga Ia pun disenangkan dan kita semakin mengenal-Nya.

Matius 5:48 berkata “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Kita memang belum sempurna, tetapi janganlah terlalu berfokus kepada ketidaksempurnaan kita sehingga menghambat kita untuk menjadi saksi Kristus yang hidup. Kita adalah orang-orang yang sedang disempurnakan oleh Tuhan. Pakailah ‘kacamata’ Tuhan sehingga kita mampu melihat seperti Tuhan melihat kita dan milikilah kerinduan untuk terus disempurnakan hari demi hari. Jadilah pribadi yang takut akan Tuhan, menghormati orang tua, serta mengasihi sesama seperti mengasihi diri kita sendiri.

Category

%d bloggers like this: