HEAVENOUS

Doa Daud Dalam “Peperangan Rohani”

Posted on: October 6, 2013

Shalom!

Akhir-akhir ini kita harus banyak belajar dari kehidupan Daud karena seperti Tuhan memberkati Daud, seperti itu jugalah Tuhan akan memberkati kita di tahun ayin dalet ini. Tiga hal yang Daud minta disaat ia mengalami peperangan, yaitu:

  1. Daud meminta kesempatan untuk memperbaiki hidupnya, bukannya meminta agar musuhnya dihalau Tuhan. Mazmur 51:14-15 berkata “Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.” Tuhan tidak melihat masalah disaat kita breakdown tetapi Tuhan melihat apa yang kita kerjakan disaat kita breakdown, yaitu memilih untuk menghabiskan setiap kesempatan untuk berada di hadirat Tuhan, memperbaiki diri dan berbuat baik. Janganlah menunda-nunda melakukan hal-hal yang baik selama masih ada kesempatan agar kita tidak menyesal di kemudian hari (2 Samuel 19:31-40). Let’s go from breakdown to breakthrough!
  2. Daud mengerti bahwa kehidupan memiliki ‘musim’ tertentu dan setiap musim tersebut harus kita lalui dengan iman bahwa Tuhan selalu menyertai, karenanya Daud selalu meminta kekuatan yang dari Tuhan untuk dapat hidup berkenan kepada Tuhan dan tetap setia melayani-Nya –“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 24:13). Mazmur 28:7 berkata “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.”  Musim peperangan rohani telah tiba dan tak terelakan, karenanya kita memerlukan kekuatan Tuhan untuk bisa bertahan sampai akhir. 1 Raja 18:1 berkata “Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.”” Kita harus selalu menanti-nantikan Firman Tuhan disaat menghadapi peperangan rohani agar respon kita pun sesuai Firman Tuhan karena Firman telah terlebih dahulu membentuk mental kita, yaitu mental Kerajaan Surga (mental di atas rata-rata).  Respon kita di tengah goncangan adalah tolak ukur seberapa kuat kita menghadapi peperangan rohani. “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” (1 Korintus 16:13) Tuhan izinkan kita mengalami ‘musim’ yang tidak enak untuk menunjukan ‘kualitas’ gereja-Nya yang tetap memiliki kekuatan Tuhan untuk bertahan di tengah goncangan sehingga nama Tuhan pun dipermuliakan melalui respon kita di ‘musim’ tersebut. Melalui goncangan dunia, Tuhan sedang mempersiapkan umat-Nya untuk beradaptasi dengan kehidupan yang penuh berkat kelak karena hanya Kerajaan Tuhan-lah yang tak tergoncangkan. Kita harus tetap kuat bertahan di tengah goncangan. “Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” (Ulangan 8:18)
  3. Daud meminta kasih karunia (perkenanan) Tuhan. Mazmur 17:8 berkata “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” Belajarlah selalu rendah hati di hadapan Tuhan, karena kita bukanlah siapa-siapa tanpa-Nya. Ketika kita tidak mengharapkan apapun selain perkenanan Tuhan, akan tiba kelak saatnya Tuhan mengangkat kita menjadi kepala bukan ekor. “Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (2 Samuel 7:18) Daud selalu membawa atmosfir unity di mana pun ia berada, bukan atmosfir perpecahan sehingga ia dikenan Tuhan (1 Samuel 30:23-24; Mazmur 133).

Category

%d bloggers like this: