HEAVENOUS

Stronger In Struggles (Menjadi Lebih Baik Dalam Setiap Pergumulan)

Posted on: September 19, 2013

Shalom!

Tuhan mengizinkan masalah hadir dalam kehidupan kita agar kita bisa menuai sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan meskipun secara manusiawi kita membenci masalah. Masalah seharusnya membuat kita bertindak lebih waspada, selalu berjaga-jaga dan mengeluarkan pemikiran kreatif untuk mengatasinya bukannya malah menjadi semakin terpuruk, tidak berdaya, lemah dan mandek. Life is beautiful struggle, jadi ketika kita membenci masalah sebenarnya kita sedang membenci kehidupan dan menentang Tuhan yang menghendaki kita hidup.

Kejadian 49:19 berkata “Gad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang tumit mereka.” Gad (anak ke-7 Yakub) memiliki alasan untuk kecewa karena doa berkat yang diucapkan ayahnya tersebut berupa peperangan. Di akhir zaman, kita pun banyak mendapat nubuatan yang tidak menyenangkan namun jika kita meresponinya dengan benar justru kita akan mengalami kemenangan dalam setiap peperangan tersebut yaitu dengan tidak kecewa terhadap keadaan tetapi memilih untuk menjadi seseorang yang lebih baik dalam setiap masalah dan menghadapinya bersama Tuhan. Keputusan kita menentukan apakah kita akan semakin terpuruk atau mengalami terobosan setelah mengalami pergumulan. Hal yang terpenting bukanlah berapa besar permasalahannya tetapi sebenar apakah respon kita dalam menghadapi permasalahan tersebut. Let your battle makes you better, not bitter.

Suku Gad adalah suku yang diizinkan Tuhan menjadi suku yang paling sering menghadapi peperangan dalam kehidupannya tetapi suku Gad bukannya menjadi lebih buruk keadaannya malah menjadi semakin kuat dan memiliki banyak prajurit yang hebat. Hasil dari sebuah respon yang benar ketika suku Gad memilih untuk menjadi lebih baik dalam pergumulan mereka yaitu:

ü  Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi. (1 Tawarikh 12:8)

ü  Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. (Bilangan 32:1a)

ü  Tentang Gad ia berkata: “Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. (Ulangan 33:20)

Jangan takut dengan pergumulan-pergumulan kehidupan, tetapi anggaplah itu sebagai sebuah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh. Percayalah, kita sudah ditentukan Tuhan sebagai orang yang diberkati karenanya masalah tidak akan mencuri berkat Tuhan yang sudah ditentukan bagi kita malah kita akan semakin diberkati karenanya. Tangani setiap masalah kita dengan semakin mengandalkan Tuhan hingga tiba saatnya Tuhan akan mengangkat kita dari masalah tersebut.

Kejadian 30:11 berkata “Berkatalah Lea: “Mujur telah datang.” Maka ia menamai anak itu Gad.” Arti nama Gad adalah kemujuran, beruntung, fortunate namun kenyataannya ia mengalami banyak peperangan dalam hidupnya. Melalui kehidupan Gad, Tuhan menghendaki agar kita memiliki paradigma baru yaitu masalah adalah suatu keberuntungan bukan kesialan. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (Yakobus 1:2)

Jalan kehidupan seperti roller coaster (naik-turun) tetapi akhir kehidupan setiap orang percaya pasti berada pada posisi diatas karena baik ada masalah ataupun tidak, kita tetaplah orang yang diberkati Tuhan. Hal yang bisa kita lakukan adalah menikmati naik turunnya kehidupan yaitu dengan bersyukur ketika berada ‘dibawah’ dan tetap waspada ketika berada ‘diatas’ agar kita tidak lengah dengan kelimpahan berkat Tuhan.

Suku Gad tetap pegang panji kebenaran Tuhan di medan perang meskipun menyakitkan. “Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel.” (Ulangan 33:21)

Category

%d bloggers like this: