HEAVENOUS

Relation

Posted on: September 19, 2013

Your future depends on what you friend and what you read.

“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8)

Friend Campaign 2013 dilakukan untuk menunjukan bahwa kita berbeda dari dunia sebab kita memiliki kasih Kristus dalam diri kita. Lalu, bagaimana cara menunjukan kasih Kristus tersebut kepada dunia? Yaitu membangun hubungan baik dengan sebanyak mungkin orang dari berbagai kalangan agar semakin banyak orang mengenal Kristus dan diselamatkan. Maka tergenapilah nas yang berkata: “…Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!”” (Zakharia 8:23)

Bagaimanapun motivasinya, sebagian besar orang cenderung datang beribadah ke gereja karena hubungan pertemanan. Karenanya, kita patut meneladani teladan Tuhan Yesus dalam membangun hubungan pertemanan dengan siapa saja (Markus 2:13-16). Sebuah hubungan dimulai dari sebuah perkenalan, kemudian berlanjut menjadi teman biasa, sahabat, bahkan sahabat yang sangat intim. Hal ini juga menjadi gambaran hubungan kita dengan Tuhan; kita pun harus secara intim mengenal Tuhan bukan sekedar sebagai Tuhan semata.

Kesan pertama ketika perkenalan sangat menentukan kelanjutan sebuah hubungan. Lalu, hal apa saja yang harus kita perhatikan ketika berkenalan dengan seseorang?

  1. Berjabat tangan dengan benar dan cukup erat sembari tersenyum menatap wajah orang yang dijabat tangannya akan membuat orang tersebut merasa diterima sebagai teman.
  2. Mengingat nama orang yang baru diajak berkenalan akan membuat orang tersebut merasa dihargai.
  3. Belajar untuk beradaptasi dengan menunjukan ketertarikan terhadap ‘dunia’ orang tersebut akan membuat orang tersebut merasa hebat dalam bidang yang ia tekuni dan sangat tersanjung. Dengan membaca terlebih dahulu atau mencari tahu tentang berbagai info akan minat orang tersebut sebelumnya akan membantu kita untuk menjadi lebih nyambung berhubungan dengan orang tersebut.
  4. Memiliki sense of good personality and sociable. Penampilan yang bersih dan nyaman dipandang menjadi salah satu tolak ukur untuk memperoleh penerimaan dalam pergaulan. Selain itu, kita juga harus belajar fleksibel dengan turut merasakan perasaan seseorang (berempati) kala kita sedang bersamanya di waktu-waktu yang berbeda; hal ini membuat orang tersebut merasa diperhatikan. So guys, let’s be a right man in the right place at the right time.

Category

%d bloggers like this: