HEAVENOUS

Pilihan Orang Bijaksana

Posted on: September 19, 2013

Shalom!

Kebijaksanaan adalah kemampuan atau hasil dari tindakan berpikir dan bertindak sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, pengertian dan hati nurani atau kemampuan manusia didalam memilih dan memutuskan suatu keputusan yang terbaik di dalam beberapa pilihan sehingga mendapatkan hasil yang baik, benar dan sesuai harapan.

1 Raja-Raja 3:9 berkata “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”” Berarti kebijaksanaan mutlak harus ada dalam diri kita sebagai anak Tuhan.

Matius 25:1-13 membandingkan gadis-gadis bodoh dan gadis-gadis bijaksana. Hal ini menggambarkan keadaan orang-orang Kristen dalam penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak. Dalam terjemahan Yunani dikatakan bahwa gadis-gadis bodoh tersebut tidak tertidur lelap melainkan baru saja mulai tertidur, kemudian datanglah utusan mempelai pria dan gadis-gadis bijaksanalah yang kedapatan siap.

Ada hal-hal esensi yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain melainkan harus dilakukan oleh diri kita sendiri secara pribadi kepada Tuhan, yaitu hubungan kita dengan Tuhan, iman percaya, dan hal-hal kerohanian. Banyak dari kita yang menganggap bahwa Tuhan tidak datang segera, tetapi percayalah bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat-sangat singkat; akan tiba saatnya ketika kita tak diberi lagi kesempatan untuk bertobat dan mendekat kepada Tuhan.

Hal yang harus diperhatikan sebagai orang yang bijaksana dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus, yaitu:

  1. Waspada dan tetap berjaga-jaga dalam kehidupan kita. Matius 24:42 berkata “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”. Ketidakmampuan kita untuk melihat apa yang terpenting (prioritas) dalam hidup adalah bahaya terbesar yang membuat kita mengikuti arus dunia. Ketika kita lebih memilih mengikuti logika kita yang bertentangan dengan Firman Tuhan, perlahan-lahan kita sedang mematikan hati nurani kita sendiri. Satu-satunya hal yang membuat kita dapat menikmati hidup adalah dengan bersyukur.
  2. Memiliki persiapan dalam hidup. Persiapan bagi masa depan kita selama hidup di bumi memang penting tetapi terlebih penting lagi untuk mempersiapkan diri kita ketika kita telah meninggalkan bumi ini (meninggal) bukan hanya melakukan persiapan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kelak. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Category

%d bloggers like this: