HEAVENOUS

Ini aku Tuhan, utus aku!

Posted on: September 19, 2013

Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Roma 10:12-15)

Keselamatan adalah bagi semua orang, lalu bagaimana dengan orang-orang di sekeliling kita? Sudahkah kita memberitakan kabar keselamatan yang dari Kristus kepada mereka sehingga mereka pun diselamatkan?

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.” (Yeremia 1:4-10)

Seringkali kita mengatakan tidak mungkin untuk memberitakan keselamatan kepada orang lain karena menganggap diri kita terlalu muda (terlalu dini) untuk melayani Tuhan sehingga kita lebih mengutamakan pencapaian pribadi akan hal-hal duniawi dan menyerahkan ‘tugas penginjilan’ (hal-hal rohani) kepada para petinggi gereja.

Guys, kelahiran kita di bumi ini bukanlah suatu kebetulan atau ‘keisengan’ Tuhan semata sehingga kita hidup dan mati tanpa arti di bumi ini. Kita terlahir sebagai orang Indonesia berarti Tuhan bermaksud untuk memberkati Indonesia melalui peranan kita. Hal terbesar apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud cinta kita kepada Indonesia selain memberitakan injil sehingga bangsa ini diselamatkan seutuhnya? We are history maker for this nation. Tuhan tidak mencari orang yang mampu melakukan segala hal, tetapi orang yang mau taat melakukan kehendak-Nya. So, let’s say “Ini aku Tuhan, utus aku!”

Category

%d bloggers like this: