HEAVENOUS

When There’s A Will, There’s A Way

Posted on: August 13, 2013

Lukas 13:11-13

“Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. [she couldn’t even look up – Msg]  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”

Shalom!

Masih adakah antusiasme kita untuk meraih janji Tuhan di tahun ini? Orang yang masih mempunyai antusiasme akan janji Tuhan pasti tetap bersemangat untuk melakukan tindakan-tindakan iman. Jangan sampai iblis mematikan semangat kita untuk tetap percaya dan meraih janji Tuhan dalam hidup kita.

Kebungkukan perempuan dalam ayat tersebut merupakan gambaran orang Kristen yang ‘tidak berfokus/tidak berani memandang kepada janji Tuhan/hal-hal yang lebih besar’ karena terintimidasi iblis. Namun, tahukah kita bahwa Tuhan gusar melihat umat-Nya yang bersikap demikian? Tuhan ingin agar kita dilepaskan dari pengaruh iblis yang membuat kita ‘tertunduk seperti orang yang kalah’ sehingga kehidupan kita memuliakan nama Tuhan.

Penyebab mengapa Yesus menyembuhkan perempuan tersebut, yaitu:

  1. Perempuan tersebut masih mau memberi respon/jawaban terhadap panggilan Yesus (ayat12-13). Dalam ayat 12 tertulis “…Ia [Yesus] memanggil dia…” berarti ada jarak yang cukup jauh antara Yesus dan wanita tersebut, lalu ayat 13 menuliskan bahwa “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu…” berarti jarak antara Yesus dan wanita tersebut cukup dekat. Hal ini menunjukan bahwa masih ada kemauan yang kuat dalam diri wanita ini untuk disembuhkan meskipun ia telah lama sakit yang ia tunjukan dengan tindakan mendekat kepada Yesus. Hari ini, Tuhan yang sama bertanya kepada kita “Masih adakah keyakinan akan janji-Nya dalam diri kita dan kemauan yang kuat untuk meraihnya atau kita telah lelah dengan ‘penyakit’ kita dan pasrah dengan keadaan tanpa melakukan tindakan apapun?”. Ingatlah bahwa Tuhan pun tidak akan ‘buka jalan’ ketika kita menyerah. Bagian kita hanyalah tetap beriman akan janji-Nya dan melakukan tindakan iman, maka lihatlah bahwa Tuhan pun akan menggenapi janji-Nya dalam kehidupan kita karena kita adalah rekan sekerja Allah. Jangan biarkan kegagalan menghentikan langkah iman kita untuk meraih janji-Nya dan membuat kita pasif, tetapi tetaplah bersemangat dan pantang menyerah. Orang yang bersemangat disebut sebagai A healthy spirit conquers adversity, but what can you do when the spirit is crushed?” (Amsal 18:14 –Msg) Hal yang terpenting untuk menjaga semangat kita adalah menjaga hati kita tetap bersih dari kekecewaan, kepahitan dan keputusasaan melewati kegagalan demi kegagalan dalam hidup kita hingga pada akhirnya janji Tuhan digenapi bagi kita.
  2. Mujizat terjadi pada saat Hari Sabat. Lukas 13:14-15 berkata “Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?” Esensi dari hukum Hari Sabat adalah menghormati Tuhan dan menguduskan diri untuk Tuhan. Hari Sabat bukan berarti ‘hari tertentu’ untuk libur melainkan jadikanlah setiap hari kita Hari Sabat yang kita lalui dengan penuh penghormatan kepada Tuhan dan kekudusan dalam segala hal yang kita lakukan. Ketika kita melakukannya, kita sedang ‘memateraikan Bapa di surga’ dalam apapun yang kita kerjakan dan senantiasa memiliki kesegaran jiwa. Ketika Yakub melakukan hukum Sabat (Kejadian 35:1-2) maka “Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka,[And the terror of God was upon the cities – NKJV] sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.” (Kejadian 35:5)
  3. Mujizat terjadi karena wanita ini “Putri Abraham”. Lukas 13:16 berkata “Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”” Keturunan Abraham menandakan bahwa kita adalah keturunan orang beriman, maka masihkah kita memiliki iman untuk meraih janji-Nya? “Siapakah yang akan memisahkan [mencegah – BIS] kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:35,39)

Category

%d bloggers like this: