HEAVENOUS

Perjamuan Kawin

Posted on: July 29, 2013

Matius 25:6

Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!”

Shalom!

Kalender Yahudi adalah kalender yang Tuhan wahyukan kepada Musa bukan kalender hasil perhitungan manusia. Untuk mengerti ayat di atas mengenai ‘waktu tengah malam’, kita harus mengerti tentang kalender Tuhan dan bahasa pernikahan orang Yahudi. Kejadian 2:18,23 berkata “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.””

Dalam Wahyu 22:17, kita disebut sebagai ‘pengantin perempuan’ karena kita akan masuk dalam perjamuan kawin bukan sebagai ‘gereja’ karena kata gereja menggunakan kata ‘eklesia’ yang berarti keluar dari kegelapan menuju terang. Pernikahan adalah penyatuan secara total. Sesungguhnya hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan pernikahan dimana kita siap melebur menjadi satu dengan Kristus. Dalam sebuah hubungan pernikahan kedua belah pihak saling melayani, bukannya saling mendominasi.

Hosea 2:18-19 berkata “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.”

Maksud Tuhan memanggil kita untuk melayani-Nya adalah memiliki hubungan yang intim dengan-Nya selamanya, bukan sekedar masuk surga. Ketika kita mengerti bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang dahsyat bagi kita, maka kita akan merelakan diri untuk dibentuk oleh Tuhan. Perlu proses peleburan untuk naik level dari seorang jemaat menjadi seorang mempelai Kristus, karena kita akan memiliki otoritas Kerajaan Allah ketika kita menjadi mempelai-Nya. Berbahagialah kita karena Tuhan semesta alam yang begitu besar dan dahsyat begitu mengasihi kita dan bersedia memilih kita menjadi mempelai-Nya.

Pernikahan Yahudi dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertunangan (janji nikah telah disahkan namun belum diperkenankan untuk tinggal bersama) dan pernikahan (penggenapan pernikahan dalam sebuah rumah tangga). Kematian Yesus di kayu salib adalah harga yang harus Ia bayar untuk menebus mempelai-Nya karena mempelai-Nya itu harus hidup dan kudus. Perhatikanlah bahwa di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, kesuksesan yang diraih tanpa Tuhan hanya kesia-siaan belaka karena kita hanya akan terlihat sebagai seorang mempelai yang ‘mati’. Kita ditebus untuk dimuliakan sebagai mempelai-Nya.

Pernikahan yang indah akan terwujud jika kita menikah di bawah tudung Tuhan. Perjamuan Kudus adalah pengingat bahwa kita ini telah menjadi milik Kristus yang telah membayar mahal ‘mahar pernikahan’ kita sehingga kita harus setia sampai akhir kepada-Nya dengan hidup sebagai mempelai wanita yang berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Inilah maknanya “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia” (Kidung Agung 2:16a) yaitu bahwa kita akan menjadi mempelai Kristus selama-lamanya kelak.

Category

%d bloggers like this: