HEAVENOUS

THE CHOICES OF LIFE

Posted on: July 23, 2013

Jika diperhatikan dengan seksama, kitab kejadian banyak membandingkan kehidupan dua saudara seperti Kain vs Habel, Abraham vs Lot, Esau vs Yakub, Yehuda vs Yusuf, dsb. Hal yang sangat signifikan dan membedakan kehidupan kedua saudara tersebut adalah pilihan kehidupan mereka, dimana satu pihak lebih mementingkan kedagingannya (Kejadian 38:15-16) sedangkan pihak yang lain lebih memilih Tuhan meskipun sepertinya hidup mereka ‘tidak diuntungkan’ dengan pilihan tersebut, mereka begitu peduli dengan perasaan Tuhan lebih daripada perasaan-perasaan manusiawi mereka sendiri (Kejadian 39:7-9).

Ulangan 30:19 berkata “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu

Jika kita memilih pilihan yang benar dan tepat, yaitu lebih memilih hadirat Tuhan maka Tuhan akan memberi berkat yang besar kepada kita. Mari kita belajar dari kisah Esau dan Yakub berikut ini:

Kejadian 36:6&8 mengisahkan bahwa Esau meninggalkan tanah perjanjian dan pergi ke Edom. Hal ini menunjukan bahwa Esau tidak perlu Tuhan. Meskipun begitu, Kejadian 36:31 mengatakan bahwa Edom memiliki raja-raja yang memerintah negeri mereka bahkan sebelum ada satupun raja yang memerintah atas Israel. Seringkali kita iri dengan kesuksesan orang-orang di luar Tuhan karena kita melihat mereka begitu diberkati dibanding dengan kita yang memilih hidup bersama Tuhan, bahkan tak sedikit dari kita yang merasa bisa sukses tanpa Tuhan. Tapi bagaimana dengan akhir hidup mereka yang tidak mengutamakan Tuhan? Esau adalah Edom, namun apakah seluruh dunia tahu dimana keberadaan Edom sekarang? Kenyataannya adalah Edom tidak terkenal. Sedangkan Yakub, ia hanya seorang gembala yang berpindah-pindah tempat dan tidak memiliki apapun selain hadirat Tuhan namun Allah secara pribadi menampakan diri kepadanya dan memberkatinya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” (Kejadian 35:10) Kini kita pun mengakui bahwa seluruh dunia mengenal negara Israel.

Ketika kita memilih Tuhan maka Ia akan mengingat kita bahkan generasi-generasi setelah kita (Kejadian 35:11) sedangkan jika kita melupakan Tuhan maka Ia pun tidak akan mengutamakan kita. Jadi, kita tidak perlu iri dengan gemerlapnya kehidupan dunia tanpa Tuhan karena hal tersebut tidak akan bertahan selamanya tetapi nanti-nantikanlah Tuhan karena Kerajaan-Nya takkan berkesudahan dan Ia pasti akan memberkati kita sesuai dengan waktu-Nya.

Orang yang mencari Tuhan dianggap serupa dengan-Nya (Kejadian 5:1-3), kita pun bisa melihat bagaimana diberkatinya keturunan Adam setelah Set menjadi orang pertama yang mencari Tuhan (Kejadian 4:25-26). Keturunannya menjadi orang-orang yang sangat ‘berpengaruh’ terhadap keturunan yang berikutnya bahkan terhadap kehidupan seluruh dunia (Kejadian 5). Yesus Kristus adalah keturunan Adam (Matius 1:1-17). Ketika kita menjadi pengikut Yesus, maka kitapun akan terhubung dengan Adam dan berhak menikmati kehidupan yang diberkati sebagai keturunan Adam. Itu mengapa sebabnya kita harus mengajak orang lain masuk dalam Kerajaan Allah juga, karena Allah sangat ingin memberkati mereka dan keturunan mereka juga. Ketika mereka menjadi pengikut Kristus, mereka pun akan masuk dalam tudung anugerah Allah sebagai keturunan dari generasi yang diberkati Tuhan. Ketahuilah bahwa Tuhan memiliki rencana yang luar biasa bagi kehidupan kita, Ia tidak hanya ingin memberkati kita tetapi juga keturunan-keturunan kita.

Category

%d bloggers like this: