HEAVENOUS

HAMBA YANG SETIA DAN BIJAKSANA

Posted on: July 23, 2013

 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Matius 24:45)

BIJAKSANA

“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.” (Matius 25:1-2)

Kunci menjadi hamba yang bijaksana adalah melakukan persiapan agar selalu siap kapanpun Tuannya datang. Perumpamaan tentang gadis-gadis bodoh dan bijaksana ini sering mengacu kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, namun perumpamaan ini juga mengacu kepada kedatangan Tuhan setiap saat dalam hidup kita untuk memeriksa pekerjaan kita sehari-hari. Hal ini Ia lakukan karena Ia ingin mempromosikan dan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar ketika kita ditemukan telah melakukan pekerjaan kita dengan baik. “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.” (Matius 24:46-47) Everyday is an examination. “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Matius 25:13)

SETIA

“”Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:14-21)

Setia itu berhubungan dengan hal-hal yang kita kerjakan dengan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Tuhan memberikan kita talenta untuk melayani kebutuhan orang-orang yang membutuhkan selama waktu hidup yang Ia percayakan kepada kita. Jika kita setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam hal yang lebih besar kepada kita. It’s about consistency.

“Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:35-40)

Love God and think others. Ketika kita tidak setia, berarti kita adalah hamba yang jahat (Matius 25:41-46). ”Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (Matius 24:48-51) Ketika kita mulai tidak peduli kepada orang lain maka kita akan mulai bertengkar satu sama lain serta murtad karena kita akan menjadi seorang yang penuh kedagingan dan duniawi. Saudara, kedatangan-Nya sudah sangat dekat jadi tidak ada waktu lagi untuk saling bertengkar, tetapi marilah kita mengasihi satu sama lain dan bersatu sebagai sebuah tim untuk menginjili dunia yang haus akan kasih karena banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan kita. The more you serve, the more God give you influence to the world then His church will grow increasingly.

Hendaklah kita waspada setiap saat, jangan biarkan diri kita mengatakan ‘tidak ada yang melihat saya melakukan dosa’ dan mulai menjauh dari Tuhan, karena Ia bisa datang kapan saja tanpa sepengetahuan kita. When you doing the right things, He will promote you even you don’t know when He inspected you. Tuhan memberi kita talenta dan memilih kita untuk melayani-Nya meskipun kita tidak siap melakukannya, kemudian Ia akan melihat seberapa setia kita melayani-Nya dan mengangkat kita pada waktu-Nya. Jangan biarkan fokus kita tergeser oleh hal-hal yang bukan dari Tuhan, tetapi biarlah Ia menemukan kita sebagai hamba yang setia dan bijaksana. It’s a Christian lifestyle, it’s about how much your effort to reach the lost people for God.

Category

%d bloggers like this: