HEAVENOUS

Be A Friend, Be Friendly

Posted on: July 13, 2013

Zakharia 8:22-23 menubuatkan bahwa pada hari-hari terakhir banyak orang dari berbagai suku bangsa akan mengejar orang-orang Yahudi karena Allah menyertai orang-orang Yahudi tersebut. Hal ini berlaku juga bagi kita sebagai umat pilihan Allah (bangsa Yahudi ‘cangkokan’), bahwa melalui kita akan ada banyak orang dari berbagai suku bangsa mencari Allah. Mereka akan ‘mengejar-ngejar’ kita jika kita memiliki sebuah ‘value’, yaitu nilai-nilai kehidupan yang Ilahi dalam diri kita.

Efesus 4:32 berkata “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Salah satu nilai Ilahi yang harus kita miliki adalah keramahan. Friendly is about love and humanity. Keramahan membuat sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa.

Ramah berbicara tentang sikap hati yang:

a)     Penuh kasih; kita akan ramah kepada seseorang ketika kita mengasihinya. Love is a decision, not a mood. Belajarlah mengasihi orang lain meskipun orang tersebut menyakiti kita, karena jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita..apa bedanya kita dengan mereka yang bukan murid Kristus? (Matius 5:44-47)

b)    Mengampuni. Wajah adalah cerminan hati, ketika kita tidak mengampuni maka rona kepahitan akan terlihat dari wajah kita. Memang sangat sulit untuk menjadi ramah ketika kita sedang kepahitan. Namun, tahukah kamu? Kepahitan dalam diri kita akan menimbulkan dosa yang membawa maut (Kejadian 4:6-7) dan membuat kita tidak bisa melihat/merasakan hadirat Allah (Lukas 24:13-17).

Nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah keramahan, yaitu:

1)     Banyak berbagi senyum dengan orang lain karena senyuman adalah kekuatan orang yang ramah.

2)     Mudah bergaul dengan banyak orang karena keramahannya membuat seseorang lebih mudah diterima.

3)     Senang bertegur sapa dengan orang lain meskipun tidak mengenal orang tersebut karena ia percaya bahwa keramahannya membuat orang lain bersukacita.

Kolose 3:23 berkata “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jadi, mengapa kita harus ramah? Karena kita melakukannya untuk Tuhan. Jika kita memiliki ‘value’ ini, maka nama Tuhan pun akan semakin dipermuliakan ke segala bangsa melalui kehidupan kita.

Category

%d bloggers like this: