HEAVENOUS

The Kingdom Facility

Posted on: July 2, 2013

Shalom!

Sia-sialah apa yang kita capai dalam perjalanan iman jika pada saat terakhir kita gagal untuk setia, karenanya setialah sampai akhir. Kasih  karunia memampukan kita untuk sampai kepada tujuan akhir, bukan mempersingkat perjalanan iman kita. Dalam perjalanan menuju garis akhir pertandingan iman, Tuhan telah menyediakan fasilitas Kerajaan Surga bagi kita. Fasilitas Kerajaan Surga itu adalah ‘rest area’, sebuah tempat untuk memulihkan energi kita dan memantapkan kembali perjalanan kita.

Lukas 5:15-16 berkata “Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Tuhan Yesus mengetahui waktu yang Tuhan tentukan untuk Ia beristirahat dan menyendiri bersama Bapa (Matius 5:1). Itulah sebabnya Yesus bukannya memegahkan diri dan melayani banyak orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia di tengah-tengah ‘ketenaran-Nya’ (Matius 4:24-25), karena bagi-Nya “God’s rest area” adalah tempat terindah dibanding tempat lain di dunia ini. Hanya dengan menyendiri di hadirat-Nyalah kita bisa mengatasi kejenuhan hidup karena semua kebutuhan kita tersedia di ‘rest area’ Kerajaan Allah.

Mazmur 91:2-16 adalah janji pertolongan Allah untuk anak-anak-Nya, dan kuncinya adalah “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa” (Mazmur 91:1)

“He that dwelleth in the secret place of the most High shall abide under the shadow of the Almighty (Psalms 91:1 –KJV) Percayalah bahwa ketika kita berada di ‘secret place’ Tuhan, maka kita akan menikmati kebaikan-Nya yang sempurna ‘under the shadow of the Almighty’. Bersyukurlah ketika kita ada dalam sebuah titik di mana kita merasa sendirian karena disaat itulah kita bisa menyendiri bersama Tuhan dalam ‘rest area’.

Kejadian 2:1-3 berkata “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Berdasarkan ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Tuhan yang kapasitasnya tak terbatas saja mengetahui kapan Ia harus ‘berhenti’. Percayalah bahwa ketika kita berhenti dan masuk ‘rest area’ bukan berarti kita menjadi tidak produktif dan  mengalami kemunduran tetapi itu adalah saat dimana kita melakukan ‘investasi’ untuk pemantapan meraih sesuatu yang lebih besar lagi di masa depan karena disaat itulah kita menikmati kesempurnaan berkat Tuhan dan dikuduskan oleh-Nya. Ketika kita mengetahui kapan kita harus ‘berhenti’, percayalah bahwa kita akan memiliki energi lebih untuk tetap setia sampai akhir. To be a workaholic doesn’t mean that you will be blessed, but only in His rest area you will be blessed exceedingly abundantly.

Category

%d bloggers like this: