HEAVENOUS

The Little Strength

Posted on: June 2, 2013

Wahyu 3:7-10

“”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Shalom!

Ditengah segala kelemahan dimana kekuatan sangatlah kecil, Tuhan memberikan sebuah kunci yang akan membuka pintu-pintu kemustahilan yang tertutup. Ini adalah saatnya bagi kita untuk bergantung kepada Tuhan. Kunci berbicara tentang perkenanan Tuhan. Janganlah mencari perkenanan manusia, karena perkenanan Tuhanlah yang membuat kita bertahan hidup. Jadilah orang Kristen yang berkenan kepada Tuhan (menyentuh hati Tuhan) untuk mendapatkan kunci tersebut.

Hal yang perlu dipelajari dari jemaat Filadelpia untuk mendapatkan kunci perkenanan Tuhan, yaitu:

  1. Jadilah jemaat yang setia, tekun menantikan Tuhan dan menuruti firman Tuhan (Wahyu 3:10). Kesetiaan diukur ketika kita masih tetap percaya kepada Tuhan meskipun kita ditengah goncangan kehidupan. Perhatikan fokus kehidupan kita hari-hari ini, ketika kita bisa berfokus apa yang menjadi fokus Tuhan maka kita akan melihat kasih karunia Tuhan di balik segala pencobaan. 1 Samuel 10:27 berkata “Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.” Kadangkala kita perlu ‘pura-pura tuli’ akan semua hal-hal negatif yang terngiang dikala pencobaan agar kita tetap fokus pada tujuan Ilahi dalam hidup kita. Percayalah karena semuanya ‘sudah selesai’ ditebus oleh Tuhan Yesus sehingga kita berhak untuk diberkati. Kualitas pelayanan kita ditentukan oleh fokus kita kepada Tuhan, bukan kepada jenis pelayanannya/kuantitas kesibukannya (Lukas 10:40).
  2. Ditengah keadaan yang lemah, jemaat Filadelfia memiliki hati yang terbuka bagi jiwa-jiwa. Itulah sebabnya kota Filadelfia disebut dengan kota kasih persaudaraan. 2 Samuel 9:3 berkata “Kemudian berkatalah raja: “Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” Lalu berkatalah Ziba kepada raja: “Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.””  Yang menyenangkan hati Tuhan adalah ketika kita memutuskan untuk menunjukan kasih Allah kepada semua orang (terutama kepada orang-orang yang ‘terbatas’), meskipun mereka telah menyakiti kita. “Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.” (2 Samuel 9:13, bd. 2 Samuel 5:8) Kita telah menerima hidup Allah sendiri melalui pengorbanan Tuhan Yesus, karenanya hendaklah kita juga memberikan kasih yang sempurna itu kepada mereka yang membutuhkan. Perhatikanlah bahwa ada banyak orang tidak diberkati karena hanya berfokus kepada diri sendiri.
  3. Jemaat Filadelfia menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai fondasi Ilahi dari seluruh kehidupannya. Ketika kita meletakan segala kelemahan kita kepada Allah yang kuat, maka perkenanan Tuhan akan dinyatakan dalam kehidupan kita karena Allah adalah Allah yang perkasa, pahlawan kita ketika kita telah hampir kalah ditengah peperangan (Yesaya 9:5). Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat jika kita percaya!

Category

%d bloggers like this: