HEAVENOUS

Kesetiaan

Posted on: June 2, 2013

Wahyu 17:14

“Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Shalom!

Firman Tuhan menggambarkan bahwa ukuran kesetiaan akan terbukti ketika kita bertahan sampai akhir. Untuk menjadi seorang pemenang, kita harus fokus menjadi seorang yang setia. Matius 24:13 berkata “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Kata ‘yang bertahan’ dalam ayat tersebut berarti ‘to stay under’ (tetap bertahan meskipun ditempa masalah maupun menerima berkat).

Hal yang harus diperhatikan agar kita tetap setia sampai akhir, yaitu:

  1. Kita harus selalu bergantung kepada Roh Kudus. 1 Raja-Raja 13 mengisahkan tentang seorang abdi Allah dari Yehuda yang mana pada awalnya ia diurapi sedangkan di akhir hidupnya ia tertipu karena tidak peka dengan suara Roh Kudus sehingga ia mengakhiri hidupnya dengan mengenaskan. Kita harus taat akan tuntunan Roh Kudus dan mempercayakan seluruh kehidupan kita tanpa ragu pada-Nya. Hal yang harus kita lakukan adalah menghormati keberadaan Roh Kudus dalam diri kita dan meminta-Nya untuk memenuhi diri kita dalam sepanjang kehidupan kita. Kita membutuhkan pertolongan supranatural untuk menghadapi kehidupan yang semakin tak tentu ini. It’s all about deep relationship.
  2. Visi adalah benih dari sebuah kesuksesan, tetapi yang membuat kita bertahan dalam kesuksesan adalah karakter Ilahi dalam diri kita. Karakter Ilahi membuat kita berbeda karena memiliki hati yang murni dan tetap bertahan di tengah goncangan hingga pada akhirnya kita akan naik ke level selanjutnya. Nilai seseorang di hadapan Tuhan tergantung dari karakter Kristus yang ada dalam dirinya. Seorang yang memiliki karakter Kristus dalam dirinya akan menghormati semua orang, yaitu menganggap semua orang memiliki nilai yang berharga dan akan memperlakukan mereka seperti Tuhan memandang mereka. Seorang yang berkarakter Kristus, akan peka mendengar tuntunan Tuhan, dalam segala hal ia akan tetap takut akan Tuhan meskipun ia merugi. Bagaimanapun masa lalu kita, ketika kita kini mau bertobat dan memiliki karakter Kristus, Tuhan akan membuat kita ‘bernilai’.
  3. Kasih Bapa menyempurnakan apa yang tidak sempurna dalam diri kita. Dalam Yohanes 21:15, Yesus menghadapi ketidaksempurnaan Petrus dengan berkata “…”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”” Ingat-ingatlah kasih Tuhan dalam kehidupan kita. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14)
Tags:

Category

%d bloggers like this: