HEAVENOUS

Your Work Is Your Worship

Posted on: May 28, 2013

Sebagian besar orang Kristen memisahkan konsep pekerjaan dan ibadah sehingga banyak ditemukan bahwa orang Kristen hanya menjadi ‘malaikat’ di hari minggu saja sehingga hal tersebut menjadi batu sandungan bagi orang lain dan tidak memuliakan Tuhan.

Kebenarannya adalah pekerjaan kita berkaitan erat dengan nilai penyembahan kita. Pekerjaan dan ibadah bukanlah hal yang terpisah karena pekerjaan adalah cerminan baik atau buruknya ibadah kita.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. … Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:17, 23)

Everyday is a God’s day, so do your best in everything you take. Pekerjaan kita adalah pertanggungjawaban kita terhadap Tuhan, bukan hanya terhadap manusia. Tempat pekerjaan (marketplace) kita adalah tempat kudus dimana Tuhan ada di sana.

belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;  … TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:5)

Berdasarkan ayat tersebut, jelas bahwa bekerja bukan merupakan ‘kutukan’ akibat kejatuhan manusia pertama, melainkan adalah kehendak Allah agar manusia bekerja sejak awal penciptaan. Dalam bahasa Ibrani, kata ‘mengusahakan dan memelihara’ (pekerjaan) menggunakan kata ‘abod’ sedangkan kata ‘ibadah’ menggunakan kata ‘abodah’. Jadi, jelaslah sebuah konsep bahwa pekerjaan adalah ibadah karena menggunakan asal kata yang sama dalam bahasa aslinya di Alkitab.

Lukas 5:3 berkata Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Melalui ayat ini, Tuhan menekankan bahwa perahu Simon adalah ‘mimbar’ Tuhan. Hal ini juga yang berlaku atas kita, bahwa tempat pekerjaan kita adalah ‘mimbar’ Tuhan, yaitu tempat di mana Firman Tuhan diberitakan kepada semua orang meskipun tempat tersebut bukanlah sebuah gereja. Kita tidak memiliki hak apapun lagi untuk show off mengenai diri sendiri dalam pekerjaan kita karena semuanya hanyalah untuk kemuliaan Tuhan.

Work as worship means work with heart, not only with head and hands. When there’s love, there’s life. Bawalah cinta akan Tuhan yang ada di hati kita ke dalam pekerjaan kita, yaitu dengan:

  • Mengejar kepuasan hati (bernilai moral, ada karakter Kristus), bukan hanya mengejar materi
  • Berketetapan hati (tekun bekerja, pantang menyerah, tidak mudah kecewa/putus asa)
  • Ketulusan hati (bekerja dengan hati, tidak hanya dengan keahlian)

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam konsep pekerjaan adalah ibadah:

  1. Damai sejahtera adalah hal yang utama. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19) The secret of success is making your vocation as your vacation –Mark Twain.
  2. Bekerja dengan tangguh. Setiap panggilan hidup adalah hebat, jika benar-benar ditekuni –Oliver Wendelll Holmes.
  3. Sukses ditentukan oleh 15% IQ [head] dan 85% EQ [heart] –James Gwee.

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah (Kolose 1:10)

Category

%d bloggers like this: