HEAVENOUS

Kita Wajib Hidup Sama Seperti Kristus Telah Hidup

Posted on: May 6, 2013

Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya. Jika kita mau mengalaminya, maka kita harus mendengar apa yang Tuhan minta untuk kita kerjakan. Perintah Tuhan kepada kita yaitu peduli kepada orang-orang miskin dan memberikan buah sulung (Amsal 3:9-10).

Wahyu 12:11 berkata “Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” Tahun ini kita akan mengalami banyak peperangan rohani yang luar biasa. Tuhan Yesus datang supaya manusia selamat, dan untuk itu Ia menyerahkan nyawa-Nya. Begitu juga kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup, yaitu dengan menginjil tanpa menyayangkan nyawa kita.

Apa saja pengalaman yang dilalui oleh Tuhan Yesus dalam proses menyerahkan nyawa-Nya?

  1. Taat kepada kehendak Allah Bapa. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)
  2. Mengasihi orang yang tidak mengasihi kita. “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.” (Lukas 6:32-33)
  3. Mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas  23:34)
  4. Menyalibkan kejahatan (kedagingan) kita. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:27)
  5. Selalu didalam hadirat Tuhan. Puncak penderitaan Tuhan Yesus justru pada waktu ditinggal Bapa, bukan ketika Ia dianiaya dan dihujat manusia. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
  6. Setia sampai akhir. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13)
  7. Mengalami mujizat Tuhan. Mujizat terbesar adalah ketika kubur Yesus ditemukan kosong. Tuhan Yesus mengalami mujizat, maka kita pun pasti akan mengalami mujizat. Mujizat masih ada!

Category

%d bloggers like this: