HEAVENOUS

Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan

Posted on: April 16, 2013

Lukas 15:19

“aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”

Shalom!

Kasih karunia berarti kita mendapatkan sesuatu yang tidak layak untuk kita dapatkan (keselamatan) sekaligus tidak mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan (hukuman atas dosa). 1 Tawarikh 17:16b berkata “Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?”

Jika kita merenungkan, sepertinya tidak ada satupun hal yang layak untuk dibanggakan dari diri kita. Namun, Mazmur 75:7-8 berkata “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.” Tuhan melihat hati kita, Ia tahu kapan saatnya untuk mengangkat kita.

Hal yang dilakukan Daud atas kasih karunia Tuhan yang ia alami dalam hidupnya adalah mengucap syukur. “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.” (Mazmur 77:12)

Orang yang hidupnya mengandalkan kekuatannya sendiri pasti berada di luar kasih karunia Tuhan, pada akhirnya ia akan lelah dengan hidupnya dan putus asa. Orang yang hidup di dalam kasih karunia Tuhan pasti memiliki kerendahan hati. Ia menyadari segala keterbatasannya dan mengakui bahwa segala hal yang ia miliki adalah anugerah Tuhan. Orang seperti ini akan benar-benar mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Satu hal yang luar biasa adalah ketika ia jatuh, Tuhan akan mengangkatnya sehingga ia menjadi seorang pribadi yang lebih tegar dan hidup penuh dengan ucapan syukur.

Kasih karunia Tuhan yang kita alami dalam kehidupan kita, yaitu:

  1. Kasih karunia keselamatan. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)
  2. Keadaan yang baik. 1 Korintus 15:10 berkata “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Tanpa kasih karunia Tuhan, kita akan jatuh ke dalam berbagai hal yang tidak berkenan kepada-Nya.
  3. Kesempatan untuk melayani Tuhan. Talenta yang Tuhan beri untuk kita melayani Tuhan adalah sebuah kepercayaan. Melayani Tuhan adalah suatu kehormatan, bukan beban.

Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap kasih karunia Tuhan?

  1. Janganlah keluar dari kasih karunia Tuhan, tetapi tetaplah tinggal dalam kasih karunia Tuhan agar penyertaan-Nya sempurna dalam kehidupan kita.
  2. Hargai kasih karunia Tuhan, jangan sia-siakan kasih karunia-Nya dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: