HEAVENOUS

NO PAIN, NO GAIN (Give The Best To Get The Best)

Posted on: April 12, 2013

Tentang Yusuf ia berkata: “Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah; dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan; dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad, dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya. Anak sulung lembu sapinya adalah kegemilangannya dan tanduk-tanduknya seperti tanduk-tanduk lembu hutan; dengan itu ia akan menanduk bangsa-bangsa, seluruh bumi, dari ujung ke ujung. Itulah orang Efraim yang puluhan ribu, dan itulah orang Manasye yang ribuan.”

(Ulangan 33:13-17)

Shalom!

1 Yohanes 2:6 berkata “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Hal ini berarti segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk kepentingan Kerajaan Surga agar ditegakkan di muka bumi ini bukan untuk kepentingan pribadi kita semata, karena jika tidak..hal tersebut akan menyakiti hati Tuhan (Lukas 19:41).

Tuhan Yesus benar-benar memanfaatkan waktu 3,5 tahun pelayanan-Nya di bumi untuk menginjili jiwa-jiwa yang terhilang, tidak ada sedikitpun waktu yang Ia biarkan terbuang sia-sia. Begitu juga dengan kita, kita harus menjangkau sebanyak mungkin jiwa agar diselamatkan diwaktu yang singkat ini karena saat kedatangan-Nya sudah sangat dekat. Tujuan Allah yaitu agar Injil diberitakan di seluruh dunia. Kita harus menginjili setiap orang yang kita temui, dimulai dari keluarga kita.

Kita akan menjadi saksi Kristus yang bergairah untuk menginjili jiwa-jiwa ketika kita mendapat pengurapan Roh Kudus, pengurapan inilah yang membuat kita tak pernah berhenti untuk memberitakan Injil bagi siapa saja meskipun secara logika, kita tak memiliki kemampuan apa-apa untuk melaksanakan Amanat Agung tersebut. Percayalah bahwa ketika kita tak memperhitungkan nyawa kita dalam mengabarkan Injil, maka penyertaan dan perlindungan Tuhan sungguh sempurna dalam hidup kita.

Ulangan 33:13-17 adalah janji Tuhan bagi umat-Nya di tahun ini, bahwa kita akan diberkati dengan segala berkat yang terbaik dan terutama dari bumi ini, yaitu:

  1. Negeri yang diberkati
  2. Berkat yang terbaik dari langit
  3. Berkat air embun
  4. Berkat samudera raya yang ada di bawah
  5. Berkat yang terbaik dari segala yang dihasilkan matahari
  6. Berkat yang terbaik dari segala yang ditumbuhkan bulan
  7. Berkat yang terutama dari gunung-gunung
  8. Berkat yang terbaik dari bukit-bukit
  9. Berkat yang terbaik dari bumi serta segala isinya
  10. Berkat hak kesulungan (Efraim)
  11. Berkat dengan perkenanan Tuhan

Bahkan berkat-berkat tersebut diperintahkan datang kepada kita, bukan kita yang mencarinya (Mazmur 133) jika kita hidup berkenan kepada-Nya. Tanpa perkenanan Tuhan, hidup kita akan sia-sia. Karenanya, hari demi hari kita harus menjadi manusia yang berkenan kepada Tuhan. Berkenan kepada Tuhan berarti senantiasa menjadi pribadi yang mengerti kehendak Tuhan akan apa yang harus kita lakukan kemudian melakukannya dengan penuh ketaatan meskipun hal tersebut tidak dimengerti.

Tuhan menghendaki agar di hari-hari terakhir ini kita menjadi orang Kristen yang serius (sungguh-sungguh), bukan hanya orang Kristen yang biasa-biasa saja. Give the best to get the best. Kita harus memberikan kehidupan yang terbaik pada-Nya (bayar harga) untuk mendapatkan berkat yang terbaik dari-Nya. Memberi yang terbaik bukan berdasarkan standar ukuran manusia atau diri kita sendiri, melainkan harus sesuai dengan standar ukuran Tuhan.

Kunci untuk mengetahui standar-Nya Tuhan adalah taat. Lakukan dengan sungguh-sungguh begitu Firman Tuhan disampaikan kepada kita. Jangan sampai kita seperti Kain (Kejadian 4) yang mengabaikan Firman Tuhan sehingga ia berdosa padahal Tuhan sendiri yang telah berfirman kepadanya. Jangan iri hati! Karena iri hati adalah permulaan untuk mencelakakan orang lain. Amsal 4:23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Segala sesuatu berawal dari hati, begitu juga dengan kita..jangan mudah berprasangka buruk terhadap orang lain, karena ukuran kepribadian seseorang adalah di hatinya. Belajarlah untuk melihat orang lain dengan “kaca mata” Tuhan.

Sebagai hamba Tuhan, kita harus memiliki konsistensi dan komitmen terhadap keputusan yang sudah diambil untuk melayani Tuhan. Kita harus meneladani Tuhan Yesus yang berkomitmen menyelesaikan tugas-Nya untuk menyelamatkan seluruh manusia hingga merelakan diri-Nya mati disalib. Segalanya berawal dari sebuah ‘keputusan’.

Hamba Tuhan adalah seseorang yang memutuskan untuk melayani Tuhan. Jadi janganlah undur dari pelayanan meski banyak tantangan/hambatan yang dialami, karena itu adalah kunci untuk entering to the next level. Cara Tuhan ‘mengangkat’ kita ke level selanjutnya tidak sesuai dengan cara pikir kita. Melewati sebuah proses yang sangat menyakitkan menjadi bagian dari cara Tuhan untuk ‘menaikan’ kita agar entering the next level. Karenanya, bersyukurlah jika kita sedang diproses sebab kita akan diangkat Tuhan ke level selanjutnya.

Matius 5:48 berkata “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Ketika kita berkata “tidak mungkin untuk menjadi sempurna” berarti kita sedang tidak mempercayai salah satu Firman Tuhan dalam Alkitab.

Matius 16:18-19 berkata “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Kita harus berhati-hati agar otoritas tersebut tidak jatuh ke tangan iblis. Yang Tuhan tekankan untuk “menjadi sempurna” adalah melepaskan apa yang ‘mengikat’ kita di bumi ini (harta, karir, hobi –Matius 19:16-30), karena ketika kita ‘terikat’ dengan sesuatu di bumi ini maka kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Surga kelak.

Markus 10:30 berkata “orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” Ketika kita berani ‘melepaskan’ apa yang mengikat kita di bumi ini, maka Tuhan janjikan bahwa berkat 100X lipat ganda dan kehidupan yang kekal akan menjadi bagian kita.

Jika kita tidak melakukan perintah Tuhan dengan taat, maka janganlah iri terhadap berkat yang dinikmati oleh orang lain yang taat karena mereka adalah orang-orang yang sederhana dan hidupnya berkenan kepada Tuhan. Namun, jika kita taat..janganlah heran dengan berkat-berkat Tuhan yang tak terduga berlimpah dalam kehidupan kita. “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9)

Gembala (pemimpin rohani) kita dipakai Tuhan untuk membawa kita kepada suatu tujuan mulia seperti Tuhan memakai Musa untuk menuntun bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian. Segala sesuatu ada prosesya, ada step-by-step yang harus dilalui untuk entering the next level. Taat saja meskipun kita tidak mengerti rencana Tuhan sekarang, because someday you will know that is good for you. Jangan terlalu banyak menimbang perintah Tuhan! Kita harus bergerak terlebih dahulu dan lihatlah bahwa Tuhan akan buka jalan bagi kita! Lakukanlah seperti yang diperintahkan Tuhan, percayalah mujizat pasti terjadi. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: