HEAVENOUS

Spiritual Life Depends On Heart

Posted on: April 7, 2013

Praise & worship is a lifestyle. Inti dari pujian dan penyembahan adalah sikap hati kita yang membuat Tuhan hadir dan membawa “terobosan” dalam kehidupan kita. Jadi, berdampak baik atau buruknya kehidupan kita bagi kehidupan orang lain tergantung pada atmosfir hadirat Tuhan.

Gaya hidup yang harus kita bangun untuk menciptakan atmosfir hadirat Tuhan, yaitu:

  1. Pujian dan Penyembahan. “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4)
  2. Doa. Yakobus 5:16b berkata “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa berbicara tentang bagaimana kita menghidupi kebenaran dan berdoa dengan iman sehingga hadirat Tuhan nyata dalam kehidupan kita.
  3. Mengucap syukur. “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Efesus 5:20)

Manusia diciptakan untuk mengalami hadirat Tuhan, namun ada penghalang-penghalang yang membuat kita tidak dapat mengalami hadirat Tuhan meskipun kita telah memiliki gaya hidup tersebut di atas. Penghalang utama dalam menciptakan atmosfir hadirat Tuhan terletak di hati kita, yaitu hati nurani yang ‘tumpul’. Hal-hal yang menyebabkan hati nurani kita menjadi ‘tumpul’, yaitu:

  1. Dosa yang dibiarkan. Dosa yang tidak diselesaikan membuat hati nurani kita ‘kebal’ akan dosa sehingga kita menjadi ‘terbiasa’ hidup dalam dosa. Hati kita tidak lagi memiliki rasa bersalah ketika berdosa, belas kasihan kepada jiwa yang terhilang, bahkan menjadi dingin. Salah satu ciri bahwa hati kita telah ‘kebal’ akan dosa adalah tidak lagi berminat akan hal-hal yang rohani.
  2. Mengejar kesenangan pribadi dan mengesampingkan Tuhan. Kisah Rasul 2:40 (TL) berkata “Maka dengan banyak perkataan yang lain-lain lagi diberinya kesaksian dan nasehat kepada mereka itu, katanya, “Lepaskanlah dirimu daripada bangsa yang bengkok ini.”” Jadilah generasi muda yang bijak, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal-hal di luar yang menjauhkan kita dari Tuhan.
  3. Memberi kepada Tuhan dari “sisa” yang kita miliki (waktu, tenaga, uang) sehingga pada akhirnya kita akan benar-benar kehilangan sesuatu yang berharga, yaitu moment bersama Tuhan.

“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kisah Rasul 24:16)

Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan agar dengan hati nurani yang murni kita boleh mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan sehingga terciptalah atmosfir hadirat Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Check-up your heart for better spiritual life, guys!

Category

%d bloggers like this: