HEAVENOUS

Lost [Tersesat]

Posted on: April 7, 2013

Shalom!

Target utama kita di tahun ini adalah naik level, bukan turun level. Tersesat dan kehilangan sesuatu yang berharga sangatlah mengerikan, karenanya jadilah orang Kristen yang tetap terarah kepada tujuan Tuhan bagi hidup kita. Disorientasi kehidupan (salah kiblat/kesalahan orientasi kehidupan) menyebabkan kita tersesat. Sebagai anak Tuhan, hendaklah orientasi kehidupan kita adalah “…carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Karena kehilangan fokus akan nilai-nilai tertinggi dalam kehidupan kita (disorientasi) menyebabkan kita tersesat/menyimpang dari rencana Tuhan. Ketika kita hidup hanya berdasarkan perasaan/naluri/logika pribadi, tanpa dikendalikan oleh Tuhan, pasti kita akan tersesat tidak peduli sehebat apapun kita. Karenanya, jangan memprioritaskan yang salah agar kita tidak menyimpang dari rencana Allah dalam hidup kita.

1 Raja-Raja 11:4,6 berkata “Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.” Di masa mudanya, Salomo hidup mengutamakan Tuhan dan berorientasi pada hal yang utama dalam hidupnya (meminta hikmat Tuhan) sehingga segala hal lain yang tidak ia minta pun ditambahkan oleh Tuhan. Tetapi, pada masa tuanya…ia lebih berorientasi kepada istri-istrinya sehingga perlahan-lahan ia mengalami kematian rohani, meskipun secara jasmani ia masih menjabat sebagai raja Israel. Mari, jadikan hidup kita tetap sesuai dengan tuntunan Tuhan karena ‘berada di gereja’ saja tidak membuat kita ‘aman’.

Contoh lain tentang tokoh-tokoh hebat di Alkitab yang pada akhir hidupnya mengalami disorientasi tujuan hidup, yaitu Simson yang pada awalnya memberi diri untuk menggenapi tujuan Allah dalam hidupnya tetapi pada akhirnya penyertaan Tuhan undur dari padanya karena ia tidak mengindahkan nasihat orang tuanya untuk tidak menikahi perempuan Filistin (Hakim 16). Selain itu, Lot yang tergiur dengan apa yang dilihatnya (perasaannya) sehingga ia memilih tinggal di Sodom & Gomora (Kejadian 13:10-11), Demas (murid terbaik Paulus dibandingkan Timotius) yang awalnya adalah murid setia namun ditengah perjalanan imannya ia lebih tertarik untuk mencintai dunia dibanding mencintai pelayanan Tuhan (2 Timotius 4:10), Daud yang orientasinya tidak lagi kepada umat Israel yang harus ia bela tetapi kepada perasaannya sehingga ia jatuh ke dalam dosa (2 Samuel 11:1-2). Galatia 3:1 berkata “Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” Hal ini dikatakan rasul Paulus kepada jemaat Galatia yang telah mengalami disorientasi kehidupan sehingga hidup mereka menyimpang dari Tuhan Yesus. Hal ini membuktikan bahwa “sedikit” disorientasi kehidupan pun sangat berbahaya, karena itu akan menjadi celah bagi iblis untuk menjauhkan kita dari Allah dan membinasakan kita.

“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12) Tetapkan nilai-nilai/tujuan yang benar dalam hidup kita agar penyertaan Tuhan sempurna dalam hidup kita dan skenario indah yang telah Tuhan rancangkan bagi kita pun tergenapi. Kita harus selalu waspada dengan tetap mengkoreksi orientasi kehidupan kita apakah tetap fokus kepada tujuan Tuhan atau kepada hal-hal lain yang pada akhirnya membuat kita menyimpang jauh dari tujuan Tuhan menciptakan kita.

Kita harus selalu mengalami ‘penyegaran’ (menjaga) orientasi kehidupan dengan terus-menerus berada di dalam hadirat Tuhan. Mazmur 73:2-5&13 mengisahkan ‘kecemburuan’ pemazmur terhadap kenikmatan hidup orang fasik sehingga pemazmur tersebut merasa tidak berguna untuk taat beribadah kepada Tuhan, namun setelah ia masuk dalam hadirat Tuhan…maka paradigmanya diubahkan sehingga ia menyadari bahwa selalu ada ‘happy ending’ di dalam Tuhan (Mazmur 73:16-20). Jagalah kehidupan kita sesuai tuntunan Tuhan agar kita tidak tersesat dalam kehidupan ini, tetapi meraih apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Tags: ,

Category

%d bloggers like this: