HEAVENOUS

Mandat Kerajaan

Posted on: April 1, 2013

Matius 28:1-5

“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”

Shalom!

Paskah berasal dari kata “pass over” yang berarti sudah berlalu. Ada 3 periode Paskah yang kuasanya harus dimiliki oleh setiap orang percaya, yaitu:

  1. Paskah pertama adalah peristiwa pembebasan Israel dari penindasan Mesir (Keluaran 12:29-42). Pada waktu Israel, umat Allah tertindas, Tuhan berinisiatif memanggil Musa untuk menjadi pembebas. Di saat Paskah, Tuhan selalu berinisiatif untuk membebaskan umat-Nya yang ‘terbelenggu’. Tuhan masih tetap bekerja sampai hari ini untuk membebaskan anak-Nya. Karena proyek pembebasan adalah proyek Tuhan, maka Tuhanlah yang berjaga-jaga ketika umat-Nya sedang dalam masa pembebasan. Tuhan sangat bertanggung jawab dalam proyek pembebasan orang tertindas, dan Ia mau memastikan bahwa proyek itu terlaksana dengan baik. Kairos adalah saat dimana Tuhan sedang menanti kita, bukan kita yang sedang menantikan Tuhan.
  2. Paskah yang kedua adalah peringatan dimana Bapa mengirimkan Yesus sebagai pembebas bagi dosa seluruh umat manusia (Matius 28:1-10). Karenanya, berita Paskah seharusnya menjadi berita yang paling membahagiakan bagi kita. Setiap peristiwa Paskah selalu ada penyertaan Ilahi, melalui Paskah kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus benar-benar hidup dan karya keselamatan-Nya berdampak bagi seluruh dunia (Matius 28:2). Hasil dari Paskah kedua ini, yaitu:
    1. Kita dibebaskan dari belenggu dosa, berarti tidak ada lagi orang Kristen yang berbuat dosa. Ketika kita berdosa, berarti kita sedang menyangkal pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.
    2. Kita dibebaskan dari segala ikatan-ikatan setan (kepahitan, kekecewaan, ikatan ilmu kegelapan).
    3. Kita dibebaskan dari semua kutuk (kemiskinan, sakit penyakit, perceraian, hukuman). Kekecewaan/sakit hati adalah sumber penyakit, karenanya jangan mau menjadi seorang yang penuh kekecewaan dan memiliki akar pahit.
    4. Kita memiliki masa depan. Kita diubahkan dari seorang yang tidak memiliki pengharapan menjadi seorang yang penuh pengharapan karena kuasa kebangkitan-Nya yang ajaib.
  3. Galatia 5:1 & 13 berkata 1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 13Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Paskah yang ketiga adalah Tuhan memanggil kita menjadi pembebas bagi orang-orang yang terikat kuasa kegelapan. Ini adalah saatnya kita bangkit untuk menjadi pembebas orang lain yang belum mengenal Kristus sehingga terjadi kebangkitan rohani di kota kita. Kota kita adalah tanggung jawab kita! Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk masuk Surga sendirian tetapi menyatakan Kerajaan Allah di muka bumi agar semua orang pun merasakan Surga di bumi. Inilah tugas seorang pembebas! Sebagaimana Paskah pertama dan kedua ada penyertaan Ilahi, maka pada paskah ketiga pun Tuhan Yesus sendiri berjanji menyertai kita sampai akhir zaman (Matius 29:19-20). Tuhan memberkati.

Category

%d bloggers like this: