HEAVENOUS

God Encounter (Perjumpaan Dengan Tuhan)

Posted on: April 1, 2013

  • In: Pdt. Wiryohadi
  • Comments Off on God Encounter (Perjumpaan Dengan Tuhan)

Yohanes 20:24-25

“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.””

Shalom!

Orang yang bertemu dengan Tuhan Yesus, pasti hidupnya mengalami perubahan. Markus 7:37 berkata “Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.””. Tuhan Yesus menjadikan hidup kita segala-galanya menjadi baik. Pertemuan dengan Tuhan Yesus adalah sebuah titik balik dalam kehidupan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yaitu semakin disempurnakan seperti Kritus.

God encounter adalah kesediaan Tuhan untuk menjumpai kita atau dijumpai oleh kita dengan tujuan-tujuan tertentu. Kita dapat bertemu Tuhan dalam hadirat-Nya, karena-Nya berikanlah pujian dan penyembahan yang terbaik bagi-Nya! Hadirat Tuhan adalah ‘habitat’ bagi orang percaya, karenanya banyak orang menjadi kehilangan arah ketika berada di luar hadirat Tuhan.

Apa yang terjadi sewaktu kita berjumpa dengan Tuhan?

  1. Tuhan akan memberikan keyakinan/kepercayaan kepada kita bahwa Tuhan itu hidup. Yohanes 20:25-27 mengisahkan tentang Thomas (salah satu murid Yesus) yang menjadi percaya bahwa Tuhan Yesus hidup setelah ia mencucukkan tangannya pada lambung Yesus. Tuhan Yesus menyatakan bahwa “… Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Paskah adalah moment dimana kita bertemu dengan Tuhan dan mengalami perubahan yang positif. Tuhan Yesus rindu bertemu dengan kita untuk membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
  2. Tuhan akan mengarahkan kita untuk menemukan kembali tujuan/destiny Ilahi dalam hidup kita. Destiny Ilahi adalah jalan hidup yang didesain Tuhan dalam hidup kita, untuk turut terlibat memperluas Kerajaan Allah di muka bumi sehingga kita mengalami pemeliharaan, perlindungan dan penyediaan secara Ilahi/supranatural (Efesus2:10). Yohanes 21:1-2 mengisahkan Tuhan Yesus menemui kelompok murid-Nya yang lain ketika mereka sedang mengalami masalah (mereka keluar dari destiny Ilahi ketika tidak bersama Yesus). Tuhan Yesus menghendaki mereka untuk kembali kepada “alasan mereka hidup di bumi ini”, yaitu menjadi penjala manusia, bukan sekedar menjadi penjala ikan (Matius 4:19). Sebaliknya, jika kita keluar dari destiny Ilahi maka kita: (1) tidak mendapat apa-apa yang berarti dalam hidup sekalipun kita telah berusaha semaksimal mungkin (tidak berhasil, tidak maksimal, living under capacity, merasakan di hati: ini bukan tempat saya) (Yohanes 21:3); (2) tidak peka lagi akan kehadiran Tuhan, menjadi tidak tahu arahan Tuhan, tidak tahu apa yang harus dilakukan, merasa blank –seperti jalan buntu (Yohanes 21:4). Yohanes 21:15-19 mengisahkan Petrus yang dijumpai Yesus sehingga ia kembali kepada destiny Ilahi-nya, yaitu menggembalakan domba-domba-Nya. Kembalilah kepada tujuan awal Tuhan menciptakan kita di bumi ini sekalipun ‘mahal’ harganya! Percayalah, semakin kita memenuhi destiny Ilahi maka semakin kita diberkati.
  3. Tuhan akan melenyapkan rasa takut kita (Yohanes 20:19). Bagi Tuhan, tidak ada cara yang terlalu sukar untuk menolong kita.

Category

%d bloggers like this: