HEAVENOUS

Mengosongkan Diri

Posted on: March 19, 2013

Filipi 2:5-11

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Shalom!

Mengosongkan diri berarti membuang ke’aku’an kita, seperti Tuhan Yesus yang walaupun Allah tapi merelakan diri-Nya untuk hidup di bumi sebagai hamba. Markus 6:1-3 menyatakan bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa di mata orang-orang sekitar-Nya, namun mereka terheran-heran karena Yesus mampu melakukan hal-hal luar biasa yang supranatural. Yesus menyatakan bahwa “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (Yohanes 14:10) Inilah yang menyebabkan Yesus mampu melakukan hal-hal yang supranatural.

Allah adalah Roh, untuk menyatakan kuasa-Nya, Roh tersebut memerlukan sebuah tempat untuk bermanifestasi, yaitu manusia. Roh-lah yang menggerakan tubuh manusia. Tubuh kita adalah bait Allah, tempat di mana Roh Allah berdiam. Roh iblis pun bekerja seperti prinsip Roh Allah bekerja, ia memerlukan tempat untuk bermanifestasi tetapi roh iblis sifatnya merusak tubuh seseorang (Lukas 13:11) sedangkan Roh Allah sifatnya memampukan manusia untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dibandingkan yang manusia itu sanggup lakukan.

Jadi, apa gunanya kita mengosongkan diri?

  1. Roh Allah akan mengisi diri kita sehingga kita melakukan apa yang Allah kehendaki bukan dengan kemampuan kita sendiri tetapi dengan kekuatan Ilahi (Matius 16:16). Tuhan menghendaki anak-Nya untuk tidak meninggikan diri atas ‘kehebatan’ yang telah dilakukannya, karena semua itu dilakukan oleh Allah melalui diri manusia. Tuhan menghendaki agar kita mengosongkan diri agar Roh Allah bekerja dan nama Tuhan dipermuliakan melalui kita. Ketika kita mengosongkan diri, terjadilah sesuatu yang luar biasa.
  2. Mengosongkan diri mendatangkan berkat bagi kita. Sebagai rekan sekerja Allah, kita harus juga harus memperlengkapi diri dengan ilmu-ilmu dunia sebagai bekal bagi kita untuk hidup bertanggung jawab di bumi. Mengosongkan diri berarti berserah sepenuhnya kepada Tuhan namun tetap melakukan ‘bagian’ kita, seperti kisah janda Sarfat dan ketika Yesus memberi makan 5000 orang. Mereka melakukan bagian mereka dengan apa yang ada pada mereka (bertanggung jawab) kemudian berserah kepada Tuhan agar mujizat terjadi tanpa perlu mengkhawatirkan bagaimana cara mujizat tersebut terjadi. Mengosongkan diri berarti tidak mempergunakan hak kita untuk melawan orang yang menyakiti kita, melainkan bersedia mengampuni dan berserah kepada Allah (contoh: Stefanus). Mengosongkan diri juga berarti tetap memiliki iman kepada Allah bagaimanapun konsekuensi yang akan terjadi kepadanya, merelakan diri untuk kemuliaan Allah (contoh: Sadrakh, Mesakh dan Abednego). “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)

Category

%d bloggers like this: