HEAVENOUS

Karakter Kristus

Posted on: March 19, 2013

“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya,  dalam kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3:18)

Karakter Kristus adalah buah Roh. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)

Hal-hal yang penting mengenai karakter Kristus, yaitu:

  1. Karakter adalah ukuran kedewasaan seseorang, bukan karunia rohani yang hebat yang menjadi ukuran kedewasaan orang tersebut. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna (1 Korintus 13:1-2)
  2. Karakter adalah ukuran kekuatan seseorang. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.(Amsal 16:32)
  3. Karakter adalah ukuran perkenanan Tuhan. “Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat   demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! (Matius 7:22-23) Banyak pelayan Tuhan yang merasa masih bisa melakukan mujizat hebat meskipun mereka berdosa, mengertilah..jangan salah gunakan karunia Tuhan!

Bagaimana karakter Kristus terbentuk dalam diri kita?

  1. Melalui kelahiran baru diri kita di dalam Kristus. Dengan begitu, Tuhan memberikan kita benih Ilahi yang tidak dapat berbuat dosa. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi  tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yohanes 3:9)
  2. Selalu bersekutu dengan Tuhan. 1 Korintus 6:17 berkata Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Roh Allah lebih besar dari segala roh di dunia ini, sebab roh dunia itu lemah dan miskin. Jadi, ketika kita bersekutu dengan Roh Allah, kita menjadi tak terkalahkan. Berusahalah untuk bangun pagi dan berdoa, serta memperkatakan perkataan iman dengan semangat!
  3. Dengan menyangkal diri (bayar harga). Lukas 9:23 berkata “Kata-Nya kepada mereka semua“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. “” Tuhan Yesus disempurnakan melalui penderitaan. “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan –,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan” (Ibrani 2:10) Bersyukur berarti setuju dengan Tuhan “bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil  sesuai dengan rencana  Allah.” (Roma 8:28) karena rancangan Allah adalah damai sejahtera bukan kecelakaan.
  4. Melalui ketaatan kita kepada Tuhan. Roma 6:16 berkata “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati,  baik dalam dosa  yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?”
  5. Melalui didikan dan hajaran Tuhan.
  6. Melalui latihan. Tetapi aku melatih tubuhku  dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak (1 Korintus 9:27) We must disciple ourselves to be His disciple.
  7. Melalui pergaulan dengan orang-orang saleh. Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. (Amsal 13:20)

Category

%d bloggers like this: