HEAVENOUS

The True Worshipper

Posted on: February 19, 2013

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

(Yohanes 4:23-24)

Menelaah kisah pertemuan wanita Samaria dengan Yesus, kita tersadar bahwa Allah sanggup memakai kita bagaimanapun keadaan kita. Mengapa wanita Samaria itu bisa berubah total setelah mengalami perjumpaan pribadi bersama Tuhan Yesus? Karena Tuhan Yesus mengajarkan pola ibadah yang baru kepada wanita tersebut, dimana umumnya mereka beribadah kepada Tuhan seperti hubungan antara tuan dan hamba (Mazmur 123:2) tetapi kini Yesus mengajarkan bahwa ibadah kepada Tuhan sebagai hubungan yang sangat intim dengan Bapa bahkan seperti hubungan suami dan istri (Efesus 5:32).

Ibadah penyembahan yang sejati adalah ketika kita bisa merasakan lawatan Tuhan yang mengubahkan kehidupan kita, yaitu mengalami keintiman dengan-Nya. Lalu, bagaimana kita masuk sebagai seorang penyembah yang sejati?

1 Korintus 14:14-15 berkata: “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Kita harus menyembah dengan Roh karena daging tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Surga. Penyembahan kita akan dibawa hingga kekekalan, karena Rumah Bapa adalah Rumah pujian dan penyembahan. Ketika kita menyembah dengan Roh, maka “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:13)

Yohanes 8:23 berkata “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” tapi mengapa masih ada saja pelaku-pelaku penyembahan yang hidupnya masih terikat dengan keduniawian? Karena mereka tidak mau masuk lebih dalam lagi kepada keintiman penyembahan akan Bapa.

Pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari dalam hati kita. Surga akan ‘sensitif’ dengan penyembah-penyembah dalam Roh dan kebenaran, bukan karena ‘faktor X’. Ketika kita melakukan penyembahan yang dari hati maka terciptalah “HEAVEN ON EARTH”.

Category

%d bloggers like this: