HEAVENOUS

Cermin Kerajaan Allah

Posted on: December 16, 2012

Yohanes 1:16-17

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”

Shalom!

Kita bisa bercermin melihat siapa diri kita dari berbagai aspek kehidupan kita. Hal yang penting dalam naik level adalah mengetahui posisi kita sedang berada di anak tangga “level” mana.

Prinsip dasar kekristenan adalah percaya dan menerima Yesus di dalam kehidupan kita. Iman berarti percaya bahwa Yesus ada di dalam kehidupan kita sehingga ketika Kristus semakin besar di dalam kita dan kita semakin kecil, melalui kepenuhan-Nyalah kita menerima kasih karunia akan kesempurnaan iman. Ketika Allah memenuhi kehidupan kita, maka kita yang terbatas menjadi tidak terbatas.

Kasih karunia adalah mendapatkan apa yang seharusnya kita tidak dapatkan, yaitu pengampunan tetapi sekaligus kita tidak mendapatkan yang seharusnya kita dapatkan, yaitu penghukuman. Semakin kita hidup dalam kasih karunia seharusnya kita hidup semakin bertanggung jawab karena kasih karunia bukan legalisasi dosa.

Hukum Taurat sama seperti cermin, yaitu bekerja dengan memberitahukan ‘kelemahan’ kita namun tidak menyelesaikan ‘kelemahan’ tersebut. Tetapi dengan cermin Kerajaan Allah, kita bisa melihat kasih karunia Allah dalam hidup kita dan mendapat semangat kehidupan yang baru untuk penyelesaian segala ‘kelemahan’ kita.

Yohanes 9:1-2 berkata “Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?””

Di mata manusia kita menerima cermin ‘penghakiman’ tetapi Yesus menggunakan cermin Kerajaan Allah, yaitu dengan tidak menghakimi kelemahan seseorang melalui intimidasi akan dosa-dosanya. “Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)

Melalui 1 Raja-Raja 17:17-22 kita bercermin tentang diri kita yang terkadang merasa terintimidasi oleh kesalahan kita di masa lalu sehingga merasa tak layak di hadapan Allah, tetapi bersyukurlah sebab Tuhan Yesus telah membayar lunas segala dosa kita sehingga kita memperoleh kasih karunia Tuhan. Tanpa mempermasalahkan siapa kita, Tuhan berinisiatif memulihkan kehidupan kita jadi kita pun tak perlu ‘pusing’ dengan segala intimidasi tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: