HEAVENOUS

Tahun 5773 – Ayin Gimel: Naik ke level yang lebih tinggi

Posted on: November 27, 2012

Shalom, salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus!

Memasuki tahun 5773 yaitu tahun Ayin Gimel sesuai dengan tuntunan TUhan maka kita sebagai gereja-Nya diminta Tuhan untuk “Naik ke level yang lebih tinggi”.

Mengapa Tuhan minta kita untuk naik ke level yang lebih tinggi? Karena didepan kita ada pekerjaan Tuhan yang besar yaitu “Penuaian Jiwa Satu Milyar” (Penuaian jiwa beribu-ribu laksa).

Kita harus siap dan ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang besar ini, Tuhan menjadikan kita sebagai kawan sekerja-Nya dan ini merupakan kehormatan besar bagi kita.

Untuk bisa meraih berkat yang lebih besar lagi dan naik ke level yang lebih tinggi maka kita harus mempersiapkan dasar (fondasi), 4 dasar yang harus kita persiapkan adalah:

  1. Kembali kepada Perintah Agung. Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39) Kembali kepada Perintah Agung artinya kembali pada kasih yang mula-mula. Kasih kepada Bapa, kasih kepada diri sendiri dan kasih kepada sesama. Kasih adalah dasar yang kuat untuk kita bisa menjangkau jiwa-jiwa untuk dibawa kepada Kristus. Kasih yang seperti apa yang harus ada dalam diri kita? “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (I Korintus 13:4-7)
  2. Kembali kepada Amanat Agung. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)
  3. Tangkap apa yang Bapa kehendaki pada hari-hari ini. Mari kita belajar kepada seorang wanita yang mengurapi Tuhan Yesus sebelum hari kematian-Nya. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.” (Markus 14:3). Semua orang mengganggap hal ini adalah pemborosan semata bahkan ada beberapa yang memarahi perempuan tersebut, tetapi yang luar biasa adalah justru perbuatan wanita ini sangat berkenan di hati Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memerlukan perhatian dan dukungan supaya Dia bisa selesaikan rencana keselamatan dengan mati di kayu salib. Sementara murid-murid-Nya sendiri tidak mengerti akan hal ini, justru Yesus mendapatkannya dari perbuatan wanita ini. Dan keluarlah sebuah “amanat” dari Tuhan Yesus “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Markus 14:9) Saudara, perhatikan dengan baik…Perintah Agung dan Amanat Agung berasal dari sorga, tetapi amanat yang ketiga ini berasal dari perbuatan seorang di muka bumi yang mengerti waktu dan kerinduan hati Tuhan. Hari-hari ini tangkap dengan baik hati Bapa. Kerinduan hati-Nya dan rencana-Nya.
  4. Siap masuk dalam proses pendewasaan. Dengan cara yang benar yaitu menanggapi segala masalah tidak dengan cara yang sama seperti dulu. Tanggapi setiap masalah yang kita hadapi dengan hati yang rela untuk diproses menuju kedewasaan dan kesempurnaan dalam Tuhan. Saudara, perhatikan dengan baik…untuk membangun keempat dasar di atas kita harus memiliki hati yang murni di hadapan Tuhan (pure heart). Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: