HEAVENOUS

Entering The Next Level

Posted on: November 27, 2012

  1. Menjadi serupa dengan gambar Yesus. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Roma 8:29-30) “dimuliakan” di sini berarti “diproses habis-habisan”.
  2. Makna Gimel sebagai pribadi ke-3, yaitu Roh Kudus. Kita harus unity dengan Tuhan dan keluarga meskipun tidak semua orang menyukai kita. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (Yohanes 17:22-23). Selain itu, kita pun harus semakin dalam dengan Roh Kudus; kita harus mengalir saja tenggelam di dalam sungai-Nya, bukan melawan arus (Yehezkiel 47:1-12).
  3. Roh Kudus membawa kehidupan, bukan kematian. Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.” (Yehezkiel 47:8-11).

Hendaklah kita berkata, “Tuhan, sekarang saya mengerti dan saya akan ikuti. Apa pun resikonya, saya harus bayar harga!” Keselamatan memang gratis, tetapi menjalani keselamatan perlu bayar harga. Ingatlah, jangan melarikan diri dari ‘proses’ karena Saudara pasti akan ‘babak-belur’, bersukacitalah karena Tuhan Yesus pun pernah mengalami seperti yang kita alami. Walaupun Saudara keluar, bukankah suatu hari pasti masuk kembali karena belum selesai prosesnya untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya (target akhir naik level)? (sampai mengalami kepenuhan sungai 4000 hasta dan menikmati berkat setelah mengalami proses di level tersebut, bukan hanya di level 1000, 2000 atau 3000 hasta saja). Jangan murtad! Ketika Saudara masuk kembali dalam proses, ikuti saja alirannya meskipun nampaknya susah. Saya berdoa agar setiap Saudara yang sedang naik level, semuanya dinyatakan lulus ‘Summa Cum laude’. Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: