HEAVENOUS

Mengapa Tuhan memilih Nuh diantara 1 juta manusia pada zamannya?

Posted on: November 26, 2012

  • In: Ps. Wu Yuzhuang
  • Comments Off on Mengapa Tuhan memilih Nuh diantara 1 juta manusia pada zamannya?

Ibrani 11:7

Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.”

Shalom!

Tuhan mencari orang yang hatinya setia/sungguh-sungguh kepada-Nya (2 Tawarikh 16:9). Tuhan memilih Nuh karena Nuh memiliki karakter, sebagai berikut:

  1. Nuh adalah orang biasa yang menyediakan dirinya untuk melayani Tuhan (always available for God). “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” (Kejadian 6:5-8) Dalam Perjanjian Baru, Matias adalah salah satu orang biasa yang dijadikan Tuhan sebagai “plan A” karena ia haus akan Tuhan. “Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” (Kisah Rasul 1:21-22).
  2. Demi Tuhan, Nuh berani menjadi orang yang berbeda dari orang-orang sezamannya. “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.” (Kejadian 6:9,11,12). Nuh tetap berdiri untuk Tuhan meskipun ditinggal sendirian/dicemooh dan disalahmengerti oleh orang lain karena keyakinannya kepada Tuhan. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:37)
  3. Nuh mau ikut Tuhan sepenuhnya. “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.” (Kejadian 6:22) Nuh melakukan semua perintah Tuhan, ia berkomitmen untuk taat kepada Tuhan sepenuhnya meskipun ia tidak mengerti/hal tersebut tidak masuk akal.
  4. Nuh tidak pernah menyerah menanti janji Tuhan digenapi. Masalah akan membuat kita berhenti dan mudah menyerah tetapi Nuh tetap bertahan dan berpegang teguh pada janji Tuhan ditengah tekanan keadaan dan orang-orang yang mengkritik/membuatnya patah semangat. Nuh tetap memiliki antusias yang sama meskipun sepertinya Tuhan “lupa” akan janji-Nya (*Nuh membuat bahtera itu sekitar 100 tahun).

Melayani Tuhan tak selalu mudah dan mengenakan, kita harus rela bayar harga. Tuhan memakai orang-orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Kita tak perlu menjadi orang lain untuk dipakai menjadi alat Kerajaan-Nya. God say, “I can use you just the way you are”. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: