HEAVENOUS

Kehormatan & Kemuliaan

Posted on: November 26, 2012

Roma 8:29-30

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Shalom!

Rencana Tuhan yaitu untuk kita serupa dan segambar dengan-Nya supaya suatu hari kelak kita dimuliakan-Nya (Kejadian 1:26).

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Roma 7:19)

Untuk mendapat perkenanan Tuhan, kita harus menjadi orang yang berkenan kepada-Nya.

Anugerah Tuhan memampukan kita untuk berkenan kepada-Nya, bukan karena kuat dan gagah kita.

Orang-orang biasa yang berkenan kepada Tuhan padahal mereka “tak sempurna”, yaitu:

  1. Daud. Kisah Rasul 13:22 berkata Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Berkenan itu tidak dapat dipisahkan/terlepas dari melakukan kehendak Bapa. “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2 Tawarikh 16:9a)
  2. Henokh. Kejadian 5:24 berkata Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” Dalam Ibrani 11:5 disebutkan bahwa “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.”
  3. Elia. 1 Raja-Raja 19:3-4 berkata Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”” Apapun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah ragu…percayalah Tuhan tetap peduli. Tuhan tidak datang dengan penghukumam atau penghakiman kepada Elia atas keputusasaannya, tapi Tuhan malah berkata “Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu,…” (1 Raja-Raja 19:15a). Ketika Elia kembali ke tujuan awal yang Tuhan tetapkan baginya maka ia pun mendapat kehormatan dan kemuliaan dari Allah. Itulah kerinduan Tuhan bagi kita: “back to the right track”. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: